Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Benarkah Perawatan Mobil Transmisi Matik Lebih Mahal daripada Manual?

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit pabrikan mobil yang kini menawarkan mobil dengan transmisi otomatis atau matik. Hal ini sejalan dengan banyaknya minat konsumen otomotif untuk memilih mobil dengan transmisi tersebut lantaran dianggap lebih mudah dalam hal pengoperasiannya.

Meski begitu, dari segi perawatan, banyak yang mengganggap mobil matik lebih mahal daripada mobil manual. Benarkah demikian?

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi, mengatakan soal biaya perawatan mobil bertransmisi matik tidak berbeda jauh dengan mobil manual.

“Mobil matik kerusakannya bisa mahal kalau ada tindakan yang mengakibatkan banyak kerusakan misal, saat kendaraan mogok didorong atau ditarik. Kemudian, bila ada kebocoran oli tidak segera diperbaiki. Hal-hal tersebut yang mengakibatkan kerusakan menjadi fatal sehingga harus keluar biaya yang cukup besar,” ucap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/6/2021).

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic. Menurutnya, perawatan mobil matik memang memiliki biaya yang sedikit lebih besar terutama dalam hal penggantian oli. Namun, untuk perawatan yang lain mobil hampir tidak ada.

“Kalau manual, ada perawatan berupa biaya ganti oli. Selain itu, mobil manual juga interval penggantian kampas koplingnya lebih pendek dari pada mobil matik yang bisa mencapai 5 atau bahkan 10 tahun,” kata Hermas.

Selama periode tersebut, menurut Hermas, mobil matik hanya perlu perawatan berupa ganti oli saja. Sedangkan pada mobil bertransmisi manual, selain pergantian oli, ditambah lagi dengan kampas kopling.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/06/21/141200615/benarkah-perawatan-mobil-transmisi-matik-lebih-mahal-daripada-manual-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke