Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Begini Sensasi Performa Kijang Innova di Jalur Perkotaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Kijang Innova facelift menghadirkan beragam penyempurnaan yang menarik guna menguatkan sensasi dan fungsi sebagai kendaraan keluarga.

Tapi bila berbicara dapur pacu, memang tidak ada perubahan berarti dibandingkan model sebelumnya. Sehingga, kemampuan atau performa mobil tetap seimbang antara tenaga dan torsinya yang besar.

Model yang dicoba merupakan Innova Venturer 2.4 dengan mesin diesel 2GD FTV, 4 silinder DOHC turbocharger berteknologi Variable Nozzle Turbo (VNT) dan intercooler.

Mesin yang sama seperti Toyota Fortuner tersebut menyalurkan tenaga ke roda belakang dengan daya sebesar 147 dk pada 3.400 rpm dan torsi puncak 342 Nm melalui transmisi otomatis 6 percepatan.

Kombinasi ini untuk digunakan di dalam kota terbilang sudah sangat mumpuni. Pada kondisi stop-and-go, mobil terbilang responsif dengan hanya menyentuh pedal gas saja.

Sebab, mesin turbo pada Innova sudah mulai aktif dari putaran mesin sekitar 1.500 rpm. Bila Anda merasa kurang berakselerasi, tinggal ganti mode berkendara ke Power Mode.

Untuk diketahui, mobil memiliki tiga pilihan mode berkendara yaitu Eco, Power, dan biasa. Pilihan model berkendaran tersebut dapat dirasakan ketika berakselerasi dengan perbedaan saluran tenaga dari mesin.

Namun untuk mencapai percepatan hingga 100 kpj belum yang terbaik di kelasnya. Berdasarkan pencatatan menggunakan Racelogic, dibutuhkan sekitar 13,1 detik untuk mencapai 0-100 kpj dan 20,5 detik untuk 0-100-0 kpj.

Bila berbicara transmisi atau perpindahan gigi di mobil, terbilang tidak terlalu halus. Bahkan dalam beberapa kasus, terdengar cukup kasar mengingat yang digunakan ialah bermesin diesel.

Tapi, saat menghadapi tanjakan panjang, transmisi otomatis dengan mode perpindahan sekuensial membuat pemilihan gear lebih cepat.

Cukup menjaga putaran mesin tetap berada di kisaran 1.200 hingga 2.800 rpm menyuguhkan torsi maksimal untuk melesat saat menyusul kendaraan di tanjakan.

Kelebihan lain pada varian Venturer diesel ini adalah telah tersematnya Vehicle Stability Control (VSC) yang menjamin pengendalian lebih baik saat menikung.

Bicara kenyamanan, mobil disematkan independent double wishbone pada suspensi depan 4-link lateral Rod Rigid Axle di suspensi bagian belakang. Jadi, hentakan saat mobil melintas di gravel atau jalan bebatuan, cukup terasa.

Kendati demikian, bobot setir yang cukup firm atau berat karena mengusung sistem power steering hidrolis, membuat pengendara tidak kehilangan kontrol.

Selama mencoba Innova facelift beberapa hari, kami juga tak lupa untuk mencatat konsumsi bahan bakarnya.

Secara rata-rata, berdasarkan perhitungan MID mobil bisa meraih konsumsi 10,0 km per liter. Angka ini merupakan rute kombinasi saat melewati kemacetan di tengah kota hingga lancarnya jalan tol.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/02/07/160100015/begini-sensasi-performa-kijang-innova-di-jalur-perkotaan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke