Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Fungsi dan Etika Bunyikan Klakson, Bukan buat Pelampiasan Emosi

JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap kendaraan bermotor pasti sudah dilengkapi dengan yang namanya klakson. Fungsi klakson sebenarnya untuk komunikasi dengan pengguna jalan lain, namun masih ada yang salah dalam menggunakannya.

Bunyi klakson sering kali terdengar di jalan raya di Indonesia. Misalnya seperti di lampu lalu lintas, ketika baru hijau, bunyi klakson sangat keras terdengar. Selain itu, klakson kerap digunakan sebagai luapan emosi kepada pengguna jalan lain.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, berkomunikasi di jalan raya harus dengan etika.

Etika ketika menekan dan durasi saat menggunakan klakson bisa memengaruhi komunikasi yang ingin disampaikan.

“Asumsinya bisa baik, marah, kaget, agresif dan lainnya. Namun sebaiknya bisa mengurangi kebiasaan membunyikan klakson, karena kita hanya membutuhkannya ketika penting,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (6/11/2020).

Kondisi-kondisi tertentu yang disarankan untuk menggunakan klakson seperti saat ingin meminta jalan di kerumunan orang, memberitahukan kondisi bahaya dan lainnya. Sedangkan di Indonesia, pengendara masih kurang paham fungsi klakson ini.

“Ketika semua pengendara menerapkan gaya mengemudi yang safety, enggak akan ada klakson di jalan raya. Bisa lihat di negara-negara tetangga, yang sudah lebih tertib dalam berkendara, mereka minim sekali menggunakan klakson,” kata Sony.

Sony menambahkan, cara untuk menekan klakson, jangan sampai merusak komponen setir, seperti mengganggu sensor airbag. Cukup tekan klakson dengan jempol di sisi samping dan sesaat.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/11/08/114100615/fungsi-dan-etika-bunyikan-klakson-bukan-buat-pelampiasan-emosi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke