Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Royal Enfield Interceptor Flat Tracker Karya Suster Rumah Sakit

MINNESOTA, KOMPAS.com - Jillian Deschenes bukan builder motor profesional. Sebaliknya, di hari kerja dia adalah seorang suster rumah sakit, yang saat akhir pekan jadi pebalap flat tracker yang beringas.

Paduan yang unik itu menggelitik Royal Enfield. Merek motor asal Inggris itu kemudian menggandeng Deschenes untuk membuatkan dirinya motor custom flat tracker dari basis RE Interceptor 650.

Tantangan tersebut diterima Deschenes. Meski bukan builder profesional, dia mampu membuat motor yang bukan hanya enak dipandang mata tapi juga asyik dipakai untuk balapan akhir pekan.

Proyek ini hanya diberi batas waktu tiga bulan. Beruntung dia punya tim yang solid, yakni ayahnya Jim Deschenes yang punya toko perkakas, dan tunangan Erik Moldenhauer yang juga pebalap.

Konsep flat tracker yang diusung Deschenes mengadopsi tema klasik. Sasis standar dipotong untuk menyesuaikan bentuk tubuh yang diinginkan. Salah satunya bagian ekor agar sesuai konsep.

Jangan tertipu dengan bentuk tangki karena itu cuma pajangan. Deschenes membuat tangki di bawah jok. Tujuannya agar berat motor berada di tengah, memudahkan saat motor diajak sliding di trek.

Pindah ke suspensi, garpu depan Deschenes copotan dari dari Yamaha R6. Sedangkan suspensi belakang masih bawaan RE Interceptor, tapi rebound dan sebagainya diatur ulang sesuai keinginan.

Kaki-kaki menggunakan ban Dunlop DT4s. Bagian depan pakai hub Suzuki Savage disandingkan pelek 2.50 lingkar 19 inci. Sedangkan bagian belakang menggunakan hubmilik Cheney, yang dipasangi pelek 3.0 lingkar 19 inci.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/26/174100415/royal-enfield-interceptor-flat-tracker-karya-suster-rumah-sakit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke