Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Full Air Brake, Solusi Bus buat Cegah Rem Blong

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendaraan besar seperti bus membutuhkan perangkat pengereman yang kuat. Biasanya untuk pengereman utama pada bus menggunakan rem udara.

Rem udara merupakan sistem pengereman yang menggunakan tekanan udara sebagai penggerak kampas rem.

Rem udara pada bus menggunakan kompresor untuk mengumpulkan dan menekan angin lalu dimasukkan ke air tank.

Ketika pedal rem diinjak, udara dari air tank akan dialiri ke brake chamber yang merubah tekanan udara menjadi gerakan mekanis yang menekan kampas rem ke tromol atau cakram. Secara umum, rem udara terbagi menjadi dua, semi air brake dan full air brake.

Semi air brake menggunakan tenaga hidrolis untuk menekan kampas remnya, tetapi tetap menggunakan udara untuk menekan hidrolis tersebut.

Sedangkan full air brake tidak menggunakan hidrolik, hanya tekanan udara saja yang menekan kampas rem.

Untuk keamanan dari bus sendiri, model full air brake lebih aman dibanding yang semi air brake, seperti yang dikatakan Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

“Semi air brake jika baru pertama dinyalakan dan air tank nya kosong, masih bisa dipakai jalan. Padahal jika tekanan udara di air tank kosong, bisa menyebabkan kecelakaan seperti rem blong," ucap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Sedangkan sistem full air brake, jika air tank kosong, rem akan mengunci, jadi tidak bisa berjalan. Air tank harus terisi sampai batas tekanan minimal baru rem bisa dibuka. Hal seperti ini tentunya bisa mengurangi tingkat kecelakaan karena kekurangan angin yang membuat pengereman kurang maksimal.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/14/194100315/full-air-brake-solusi-bus-buat-cegah-rem-blong

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke