Salin Artikel

Geliat Bengkel Umum Moge, Mulai Kejar Kualitas Bengkel Resmi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sama seperti sepeda motor pada umumnya, untuk motor gede (moge) tersedia bengkel resmi dan bengkel umum. Keduanya memiliki keunggulan tersendiri dan pasar masing-masing.

Meski berstatus bengkel umum kinerja dan fasilitas yang ditawarakan mulai mengejar bengkel resmi. Tak jarang pula motor-motor tahun muda sudah mempercayakan bengkel umum untuk servis rutin.

Benny Saputra, pemilik bengkel aksesori dan modifikasi motor One3 Motoshop yang kerap menerima servis moge tipe sport, mengatakan, ada beberapa alasan konsumen datang ke bengkel umum.

"Pertama itu personal trust dan kedua touch. Kadang soal pengetahuan diler lebih unggul dari bengkel umum. Sebab kitab sucinya betul dari sana, tapi aplikasinya belum tentu. Saya pernah ngalami motor saya hanya setel klep sampai dua jam," kata Benny kepada Kompas.com, belum lama ini.

Benny yang bengkelnya berada di Gading Serpong, Tangerang itu mengatakan, selain hasil yang maksimal, hubungan personal dengan konsumen sangat penting untuk menumbuhkan keterikatan.

"Tidak semua juga kita terima, ada beberapa yang kami tolak. Tapi kalaupun kita tolak kita kasih rujukan, kita kenalkan ke orang lain, jadi tidak kita lepas, kita bantu cari yang bisa menangani, bahkan ke bengkel resmi," katanya.

"Seperti ada kasus begini, untuk motor BMW sejak 2017 motornya sudah terlalu canggih. Kita bisa general tapi ada batasanya. Kalau masih mekanikal masih bisa kita set up tapi untuk yang lain pakai software dan software-nya berbeda," katanya.

Senada dengan Benny, Store Manager Gream Garage Azwar Anas, mengatakan, ada beberapa alasan pemilik moge mau datang dan servis di bengkel umum.

"Pertama jasa lebih murah, terus yang datang biasanya tidak mau servis saja, tapi mau pasang barang aksesoris juga. Sebab kalau di diler kan cuma servis. Selain itu di sini juga buat tempat nongkrong," kata Azwar kepada Kompas.com.

Azwar mengatakan, bengkel one stop solution yang terletak di Pangeran Antasari, Jakarta Selatan itu juga tidak ''ngoyo'untuk cari pelanggan. Dia bisa menolak moge yang masuk bengkel terutama tahun tua.

"Biasanya yang di kita itu moge baru, tahun muda. Kalau sudah terlalu tua seperti di atas tahun 2010 kadang kita tidak mau megang juga, karena kan beda basis mesinnya," katanya.

https://otomotif.kompas.com/read/2019/11/19/102200415/geliat-bengkel-umum-moge-mulai-kejar-kualitas-bengkel-resmi

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.