Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Paradigma Hitam Jadi Akar Prilaku Berkendara

Kompas.com - 09/03/2017, 15:40 WIB
Stanly Ravel

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif - Tidak bisa dipungkiri sepeda motor sudah menjadi alat transportasi yang cukup akrab di kalangan masyarakat. Namun sayangnya, banyak yang tidak peduli bahwa kendaraan roda dua juga menjadi kontributor aktif dalam menyumbang angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

Bahkan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas berjalan seiring dengan meningkatnya penjualan motor. Faktor utama masih didominasi akibat pelanggaran lalu lintas, namun selain itu juga didukung oleh perilaku tidak standar dalam berkendara yang sudah menjadi kultur.

Training Director sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu, menjelaskan, dalam masyarakat kita sudah terbentuk suatu paradigma yang salah yang membuat terjadinya sub standar dalam berkendara.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Baca : Akibat Pembiaran, Angka Kecelakaan Tumbuh Subur

"Dalam bahasa safety, ada namanya prilaku sub standar yang artinya adalah kebiasaan yang tidak sesuai standar. Hal ini banyak terjadi di sini (Indonesia) dan negara miskin lainnya, sudah menjadi pemandangan yang lumrah karena mereka sudah melihat kebiasaan (sub standar) tadi sejak mereka lahir," kata Jusri kepada KompasOtomotif, Rabu (8/3/2017).

Hal-hal tersebut, lanjut Jusri, sudah tertanam dan menjadi kerangka berpikir yang sulit untuk diubah. Jadi intinya mereka buka bodoh mengenai keselamatan, tapi mereka hanya tidak tahu saja karena sudah tertutup dengan stigma yang terbentuk di lingkungannya.

Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Korea Selatan 1-0, Gol Dramatis Evandra Penentu Kemenangan Garuda Asia

"Contohnya sudah banyak, seperti anak kecil yang jadi korban karena posisi bonceng yang tidak benar, sayangnya kurang ekspos. Kalau dipikir secara logika siapa yang salah, pasti orang tuanya karena membiarkan hal itu terjadi. Belum lagi dari kebiasaan lain yang berbahaya, main ponsel, berkendara dengan sandal, dan lain-lain," ucap Jusri.


Untuk memeranginya, perlu ada kolaborasi masif yang sifatnya partisipan dari semua elemen masyarakat, terutama masyarakat yang cerdas dan institusi yang peduli terhadap keselamatan berkendara. Penetrasi-penetrasi mengenai sebab-akibat kecelakaan lalu lintas harus dibuka agar mereka mendapat pemahaman yang menyadarkan dan mengubah kebiasaan sub standar dalam berkendara tadi.

"Banyak yang tidak sadar bila jalan raya itu seperti ladang predator. Orang yang mengerti akan bahaya cenderung menjadi kamu minoritas akibat lebih dominan paradigma yang salah, pola ini harus bisa diubah," kata Jusri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

Feature
Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

News
JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

News
Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

News
Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Tips N Trik
Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Tips N Trik
Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

News
Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Sport
Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Feature
Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Feature
ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

News
Video Keluhan Pemilik Chery J6, Ban Pecah padahal Mobil Baru Tiga Hari

Video Keluhan Pemilik Chery J6, Ban Pecah padahal Mobil Baru Tiga Hari

News
Simak Aturan dan Fungsi Sebenarnya Bahu Jalan Tol

Simak Aturan dan Fungsi Sebenarnya Bahu Jalan Tol

News
Video Penumpang Bus Keluhkan Fasilitas Mewah Tak Berfungsi

Video Penumpang Bus Keluhkan Fasilitas Mewah Tak Berfungsi

Niaga
China Rencanakan Restrukturisasi Produsen Mobil Negara

China Rencanakan Restrukturisasi Produsen Mobil Negara

News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tarif Impor Donald Trump Berisiko Bikin Rupiah Melemah, Ini Kata Ekonom INDEF
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau