Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Kerugian Mitsubishi Tembus Rp 18,2 Triliun

Kompas.com - 23/06/2016, 16:25 WIB
Donny Apriliananda

Penulis

Tokyo, KompasOtomotif – Mitsubishi Motors Corp memberi penyataan, Rabu (22/6/2016), bakal mengalami kerugian sampai 1,38 miliar dollar AS atau setara Rp 18,2 triliun pada tahun fiskal ini. Hal tersebut terkait dengan penggunaan metode tes konsumsi bahan bakar yang tak seharusnya pada beberapa model mobil mini selama 25 tahun.

Inilah kerugian pertama perusahaan pada delapan tahun terakhir. Kondisi itu diperparah dengan anjloknya penjualan global yang diprediksi bakal mencapai 8 persen. Pun demikian dengan harga saham yang ikut menukik belakangan ini.

Mitsubishi harus melunasi kompensasi kepada pemilik mobil yang terdampak, membayar ke diler dan pemasok. Merek terbesar ke-6 di Jepang itu juga harus bertanggung jawab kepada Nissan Motor Co yang join untuk memproduksi mini car bermasalah.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Jika dirinci, kerugian Rp 18,2 triliun itu ”disumbang” oleh 50 miliar Yen (Rp 6,3 triliun) untuk kompensasi kepada pengguna mobil yang terdampak, dan 100 miliar Yen (Rp 12,6 triliun) untuk membayar Nissan, diler, pemasok, sekaligus biaya yang diperlukan untuk menunda operasi produksi mini car.

Penurunan penjualan dan biaya inspeksi untuk kendaraan terdampak juga mengurangi keuntungan operasional sebesar 55 miliar Yen (Rp 6,9 triliun). Mitsubishi menyatakan, penjualan tahun fiskal ini siap anjlok 8 persen menjadi 962.000-an unit saja, dibandingkan periode yang sama tahun fiskal sebelumnya.

Seperti diberitakan, April 2016 lalu, Mitsubishi ketahuan mencurangi klaim konsumsi BBM untuk empat model mini car yang dijual di Jepang. Dua diantaranya dibikin Mitsubishi dengan nama Nissan. Presiden Mitsubishi Tetsuro Aikawa pun mengundurkan diri beberapa minggu setelah kasus ini terangkat.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Selasa, (21/6/2016), Kementerian Transportasi Jepang merilis hasil inspeksi yang menunjukkan data jarak tempuh Mitsubishi pada empat jenis minicar. Pada kenyataannya, mobil-mobil itu 5-16 persen tampak lebih baik dari hasil tes kementerian.

Chairman dan CEO Mitsubishi Osamu Masuko mengatakan bahwa perusahaan siap melanjutkan produksi dan penjualan minicar sekitar awal Juli 2016 setelah produksi ditangguhkan menyusul investigasi atas data konsumsi bahan bakar.

Alhasil, saham Mitsubishi Motors naik 2,5 persen pada Rabu (22/6/2016), terutama karena pernyataan Masuko San. Sejak kasus ini, harga saham perusahaan mengalami penurunan sampai 37 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau