Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Mazda Jaring Pemilik Mobil yang "Tak Setia"

Kompas.com - 05/02/2015, 18:30 WIB
Donny Apriliananda

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif — Semakin banyaknya tawaran dari berbagai merek mobil di Indonesia untuk menyediakan kendaraan dengan segudang kelebihan membuat konsumen mobil yang dulunya ”kolot” kini lebih fleksibel. Sebagian orang mulai menerima merek yang pada masa lalu kurang populer karena berbagai alasan.

Hal ini dianggap PT Mazda Motor Indonesia (MMI) sebagai kesempatan untuk menjaring semakin banyak konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman lain berkendara. Dikatakan Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager MMI, Rabu (4/2/2015), di Jakarta, jenis kendaraan yang semakin beragam membuat orang mulai mempertimbangkan banyak hal.

”Orang semakin tidak setia dengan merek tertentu. Apalagi saat ini pilihan model sangat banyak. Misalnya SUV, ada segmen compact, ada medium, sampai premium. Model lain pun demikian. Terus terang kami merasa banyak merangkul konsumen seperti itu, orang-orang yang semakin pintar dalam membeli produk khususnya mobil,” tegas Astrid.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Dengan kata lain, Mazda sebagai merek yang beberapa tahun lalu tidak begitu dikenal di Indonesia kini semakin eksis. Astrid mengatakan bahwa hal itu juga didukung dengan era digital yang membuat informasi tentang produk dan kelebihannya semakin mudah diakses.

Buktinya adalah penjualan. Saat ”berjuang” pada tahun 2006, penjualan merek Jepang ini hanya 600 unit setahun dengan tiga model, Mazda3, RX8, Tribute, dan B2500. Kini, volume penjualan dalam setahun mencapai 9.000-an unit, dibantu semakin banyaknya model yang menawarkan nilai berbeda.

”Yang penting dalam hal ini adalah produk yang harus berbicara sendiri soal kualitasnya. Pemasaran hanya membawa personality dari mobil itu untuk diterima pasar,” tukas Astrid.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tarif Impor Donald Trump Berisiko Bikin Rupiah Melemah, Ini Kata Ekonom INDEF
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau