Mengapa Xpander Mitsubishi? - Kompas.com

Mengapa Xpander Mitsubishi?

Stanly Ravel
Kompas.com - 11/08/2017, 10:01 WIB
Arti nama Xpander pada small MPV MitsubishiStanly/KompasOtomotif Arti nama Xpander pada small MPV Mitsubishi

Tangerang, KompasOtomotif - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhirnya mengeluarkan semua keran informasi mengenai jagoan barunya yang bermain di kelas "mobil sejuta umat". Mulai dengan kepastian nama, yakni Xpander, spesifikasi, sampai harga resmi.

MPV yang sebelumnya dikenal dengan nama "XM Concept", kini telah bertransformasi ke bentuk nyata yang siap menjadi menu baru bagi keluarga Indonesia. Lantas apa sebenarnya makna di balik penamaan Xpander ?

Baca : Simak Harga Resmi dan Varian Lengkap Mitsubishi Xpander

Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Corportaion (MMC) Osamu Masuko, mejelaskan, nama Xpander merefleksikan ambisi MMC untuk memperluas pengalaman berkendara konsumen ke lingkup yang lebih luas dan menyenangkan. Dengan Xpander, Mitsubishi siap untuk melakukan perluasan posisi pasar, desain, kenyamanan, kemudahan teknologi, dan performa.

"Xpander adalah tentang perluasan, baik performa dan kegunaan. Kami berikan kendaraan yang bisa memberikan perluasan hidup, dengan kabin yang lapang serta terluas di kelasnya ditambah kenyamanan dalam membawa tujuh penumpang," kata Masuko dalam pidato menyambut debut Xpander di Tangerang, Kamis (10/8/2017).

Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017dok MMKSI Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017

Masuko mengatakan Xpander bisa memberikan sebuah sensasi baru dari small MPV yang dibangun dengan rasa SUV. Konsumen bisa mendapat kenyamanan yang lebih serta menepuh perjalan ke semua medan.

Baca : Kepastian Soal "Nama KTP" MPV Mitsubishi

"Xpander dibangun dengan ketinggian berkendara terbaik di kelasnya. Saat masuk ke dalamnya, anda akan meraskan tingkat kenyamanan yang berbeda dari small MPV lainnya. Tiga baris dan memiliki konfigurasi jok yang bisa dikombinasikan," kata Osamu Masuko.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisStanly Ravel
EditorAgung Kurniawan
Komentar