Kamis, 28 Agustus 2014

Otomotif


Honda CB150R StreetFire Punya Nafas Panjang

Penulis: Agung Kurniawan | Kamis, 13 Desember 2012 | 11:10 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Yehuda W

    Nafas StreetFire panjang, bisa dibuat lebih kencang dengan modifikasi.

  • Sumber : - | Author : Yehuda W

    Lintasan sirkut basah, sehingga perlu ekstra hati-hati.

  • Sumber : - | Author : Yehuda W

    Pengujian dilakukan di Sirkuit Sentul, Bogor.

  • Sumber : - | Author : Ary

    Detail StreetFire.

Bogor, KompasOtomotif - Banyak pengunjung dibuat penasaran kala Honda CB150R StretFire diperkenalkan di ajang Jakarta Motorcycle Show, November lalu. Karena, PT Astra Honda Motor (AHM) menutup rapat, baik spesifikasi maupun performa sepeda motor bergenre sport itu. Kemarin (12/12), KompasOtomotif mendapat kesempatan menjajalnya  di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat dan bisa menjawab rasa penasaran tadi.

Mirip Kompetitor

Karakter StreetFire yang kental sport memang cocok untuk pria berusia 18-25 tahun. Banyak yang bilang, sekilas bentuknya mirip kompetitor V-Ixion lawas, tapi lebih kaya fitur.  Kemiripan itu tercermin dari bentuk lampu depan, tangki, bahu (shroud), lampu belakang sampai pijakkan kaki belakang.

Selain kaya fitur,  StreetFire juga unggul dalam teknologi karena memakai mesin 150 cc, 4-langkah, DOHC, 4 katup, 6-percepatan setara dengan jantung pacu CBR150R, sedangkan kompetitor masih mengandalkan SOHC 5-percepatan. Panel indikator kombinasi analog untuk odometer dan digital menampilkan multi informasi mulai dari speedometer, tripmeter, jam dan indikator bensin. Lebih informatif!

Bagaimana performanya? Kendati permukaan lintasan licin akibat hujan,  KompasOtomotif  tak melewatkan kesempatan untuk melakukan tes!

Harian

Diklaim punya DNA  sama dengan sang kakak CBR150R, justru tongkrongan StreetFire lebih membumi. Posisi duduk terasa nyaman di atas jok yang memiliki ketinggian 790 mm dari permukaan tanah. Apalagi dengancpostur tubuh 178 cm leluasa memijakkan kedua telapak kaki di tanah. Waktu tangan memegang setang kemudi, posisi tubuh agak landai ke depan, terasa sporty, tetapi masih oke buat harian. Nggak cepat bikin punggung pegel!

Pijakkan kaki  diposisikan sejajar dengan tubuh sehingga membentuk "segitiga" berkendara yang masih nyaman. Putar kunci, panel indikator dan lampu utama langsung menyala. Pencet tombol starter, suara mesin menderu dan empuk membulat.

Responsif

Ketika berakselerasi langsung terasa kala grip gas dibuka penuh. Tenaga terus terisi mulai dari putaran mesin terendah hingga menengah 7.000 rpm. Galaknya jantung pacu didapat pada 8.000 -10.000 rpm. Karakter ini sedikit berbeda dengan CBR150R yang "galak" diputaran atas sehingga lebih cocok untuk gaya berkendara "stop and go" di dalam perkotaan.

Masuk di tikungan pertama (R1), tubuh StreetFire yang relatif ramping mudah dikendalikan. Pada kecepatan 70 kpj dalam posisi miring 45 derajat stabilitas tetap terjaga. Tidak ada gejala oleng atau selip. Kelincahan bisa dinikmati ketika  menaklukkan tikungan "S" kecil.

"Sepeda motor ini timing valve disetting ulang dan rasio final gear menggunakan 45 mata (CBR150R pakai 43 mata), dan suplai bahan bakar juga disesuaikan sehingga karaktermya lebih agresif," Eijiro Asekawa,Chief Engineer Honda R&D SEA Indonesia Representative Office.

Pada lintasan lurus 800 meter akselerasi StreetFire terasa mantap. Sayang lintasan basah dan rintikkan hujan yang masih turun di Sentul membuat nyali cukup terbatas. KompasOtomotif cuma sampai gigi-5 dan mencapai kecepatan 107 kpj. Padahal, nafasnya masih panjang masih tersisa tenaga yang belum tersalurkan. Rekan media lain mengaku ada yang berhasil menembus 117 kpj, sedangkan klaim AHM maksimum 122 kpj.

Kesimpulan

Dengan bandrol Rp 22,35 juta-on the road Jakarta-Honda CB150R StreetFire jadi salah satu rekomendasi buat yang menginginkan sepea motor sport untuk aktivitas sehari-hari. Kehadiran StreetFire harus diwaspadai oleh Yamaha karena bukan tidak mungkin ia bisa merebut tahta pasar sport nasional dari genggamannya!

Spesifikasi

Panjang X lebar X tinggi : 2.008 x 719 x 1.061 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.288 mm
Jarak terendah ke tanah : 148 mm
Berat kosong : 129 kg
Tipe rangka : Diamond Steel (Truss Frame)
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal (Sistem Suspensi Prol-Link)
Ukuran ban depan : 80/90 17M/C 44P (Tubeless)
Ukuran ban belakang : 100/80 17M/C 52P (Tubeless)
Rem depan : Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda
Rem belakang : Cakram Hidrolik, dengan Piston Tunggal
Kapasitas tangki bahan bakar : 12 liter
Tipe mesin : 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal
Diameter x langkah : 63,5 x 47,2 mm
Volume langkah : 149,48 cm
Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
Daya Maksimum : 12,5 kW (17,0 PS)/ 10.000 rpm
Torsi Maksimum : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/ 8.000 rpm
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 Liter pada Penggantian Periodik
Kopling Otomatis : -
Gigi Transmsi : 6-Kecepatan
Pola Pengoperan Gigi : 1 N 2 3 4 5 6
Starter : Pedal & Elektrik
Aki : MF 12 V 5 Ah
Busi : -
Sistem Pengapian : Full Transistorized

 


Editor : Bastian