Sejam, 28 Pengemudi Kena Tilang di Indonesia

Kompas.com - 16/04/2014, 16:52 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar razia penertiban kendaraan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014). Puluhan angkutan umum tidak layak beroperasi terjaring dalam razia itu. KOMPAS.com/FITRI PRAWITASARIDirektorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar razia penertiban kendaraan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014). Puluhan angkutan umum tidak layak beroperasi terjaring dalam razia itu.
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Semakin besar populasi kendaraan bermotor di Indonesia berbanding lurus dengan pelanggaran lalu lintas di jalan. Buktinya, data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, tren pelanggaran lalu lintas di jalan naik menjadi 6,044 juta kasus di seluruh Indonesia pada 2013.

Dari jumlah itu, tercatat 4,115 juta pengguna jalan melanggar dan diganjar surat tilang oleh pihak kepolisian. Sementara sisanya, 1,929 juta pengguna jalan lain hanya diberi teguran atau peringatan oleh aparat keamanan.

Data itu juga menunjukkan kalau tren tilang tahunan di Indonesia cenderung turun 5,3 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 4,347 juta pelanggar. Sementara jumlah teguran justru naik 35,58 persen dari 2012 yang cuma 1,422 juta unit.

"Penurunan tilang dan lebih tumbuhnya teguran oleh kepolisian sesuai dengan strategi kami jadi mitra masyarakat. Kalau pelanggaran yang ringan masih boleh ditegur, tetapi kalau yang sudah menyangkut keselamatan, wajib ditilang," beber Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Inspektur Jenderal (Pol) Pudji Hartanto, di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (15/4/2014).

Jenis Pelanggaran
Dari total pelanggaran yang terjadi pada 2013, didominasi oleh para pengguna sepeda motor dengan 2,906 juta pelanggar di jalan. Sedangkan pengemudi mobil mencapai 1,208 juta orang.

Untuk sepeda motor, ada sembilan kategori pelanggaran yang dilakukan, yaitu kecepatan, helm, kelengkapan kendaraan, surat-surat, boncengan lebih dari satu orang, makra/rambu, melawan arus, dan lain-lain.

Sementara untuk pengemudi mobil, jenis pelanggaran dibagi menjadi delapan kategori, yakni kecepatan, sabuk keselamatan, kelengkapan kendaraan, surat-surat, muatan, marka/rambu, melawan arus, dan lain-lain.

"Dari semua kategori yang ada, baik mobil maupun sepeda motor paling banyak melanggar karena surat-surat tidak lengkap dan melanggar marka atau rambu lalu lintas di jalan," papar Pudji.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X