Salin Artikel

Estimasi Jumlah Mobil Listrik untuk Pemerintah Mencapai 132.000 Unit

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan kebutuhan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk operasional pemerintah, hingga 2030 mencapai 132.000 unit. Jumlah tersebut merupakan jenis kendaraan roda empat atau mobil.

"Kami rencanakan penerapan penggunaan KBLBB sebagai kendaraan operasional pemerintahan, akan dilakukan di tiga Kota Percontohan di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali," ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam keterangan resminya Kamis (27/5/2021).

Seperti diketahui, kendaraan operasional dan transportasi umum menjadi salah satu bagian dalam peta jalan transformasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang disusun Kemenhub.

Menurut Budi, road map tersebut disusun sebagai langkah mendukung percetapan program KBLBB untuk transportasi jalan di Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019.

Tak hanya untuk kendaraan dinas, dalam rangka mendorong percepatan KBLBB secara massal, Kemenhub juga telah memberikan beberapa insentif fiskal. Salah satunya biaya pengujian yang lebih murah dibanding kendaraan konvensional yang masih harus melakukan uji emisi gas buang.

Menurut Budi, biaya pengujian sepeda motor BBM mencapai Rp 9,5 juta, sedangkan motor listrik hanya Rp 4,5 juta. Mobil listrik juga lebih murah, hanya Rp 13,2 juta, sementara mobil konvensional sebesar Rp 27,8 juta.

Untuk bus konvensional atau berbahan bakar Solar, lebih mahal lagi biaya pengujiannya, yaitu mencapai Rp 126,9 juta. Beda jauh dibandingkan bus listrik yang sama dengan mobil, yakni Rp 13,2 juta.

Budi menjelaskan saat ini sejumlah pemerintah daerah, yakni di Jawa Timur, Banten, Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, telah menyusun kebijakan insentif fiskal berupa pengurangan biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil dan motor listrik berbasi baterai.

Lebih lanjut Budi berharap, ada kolaborasi antara Kementerian atau lembaga untuk dapat terus berjalan baik agar penggunaan KBLBB dan ekosistemnya di Indonesia dapat direalisasikan dengan cepat.

"Stakeholder sudah bergerak, pelaku industri kita harapkan juga bergerak, masyarakat juga kiranya bisa melakukan suatu upaya mengurangi emisi CO2 dari kendaraan berbahan bakar fosil dengan menggunakan kendaraan listrik agar kualitas udara di Indonesia semakin baik," kata Budi

https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/28/070200015/estimasi-jumlah-mobil-listrik-untuk-pemerintah-mencapai-132.000-unit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.