Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mitos atau Fakta, Standar Samping Bikin Sokbreker Belakang Rusak

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sudah meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah. Kondisi Work From Home (WFH) akibat virus Corona seperti sekarang ini membuat kendaraan jadi tak terpakai.

WFH yang ditetapkan oleh pemerintah melebihi dua pekan. Dalam waktu yang lama, pemilik kendaraan biasanya hanya memanaskan mesinnya saja, tanpa mengubah posisi motor.

Saat meninggalkan motor dalam waktu yang lama, disarankan untuk menggunakan standar tengah. Tujuannya, agar posisi motor lebih seimbang.

Banyak mitos yang beredar, bahwa penggunaan standar samping yang terlalu lama dapat menyebabkan motor yang menggunakkan peredam kejut alias sokbreker belakang ganda akan rusak atau mati sebelah.

Wahyudin, Kepala Mekanik AHASS Daya Adicipta Motora, mengatakan, dengan menggunakan standar samping memang gaya tekan pada sokbreker belakang sebelah kiri lebih besar dibanding yang kanan.

"Tapi, itu tidak signifikan. Jadi, tidak akan sampai merusak sokbreker belakang," ujar Wahyu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Wahyu menambahkan, kecuali jika dalam posisi tersebut, motor diduduki. Maka, bukan hanya sokbreker saja yang berdampak, tapi juga standar samping.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/03/28/080200715/mitos-atau-fakta-standar-samping-bikin-sokbreker-belakang-rusak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke