Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/02/2015, 18:40 WIB
Donny Apriliananda

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif – Tingginya curah hujan acap membuat pemilik kendaraan, khususnya sepeda motor, malas membilas sisa air hujan dan kotoran yang menempel. Padahal, inilah salah satu penyebab banyaknya masalah mekanikal di kemudian hari.

Dijelaskan Fahmi Fahrizal, mekanik Astra Motor Dewi Sartika, efek yang ditimbulkan tidak akan terasa dalam jangka pendek. Bisa jadi beberapa bulan ke depan dampak baru terasa, terdapat komponen bergerak yang mulai aus dan rusak.

”Sebaiknya, setelah kena hujan, sebisa mungkin dibilas, terutama di bagian-bagian penting. Yang penting kotoran-kotoran rontok dulu,” tegas Fahmi di sela perawatan sepeda motor gratis untuk karyawan Kompas.com, (12/2/2014), di Jakarta.

Lalu, komponen apa saja yang patut diwaspadai? Berikut penjelasannya:

1. Rem. Untuk rem tromol, kotoran akan bercampur dengan endapan kampas rem, membuat rem berdecit dan cepat membuat aus. Untuk rem cakram, berpotensi menggores piringan lebih cepat.

2. Lengan ayun. Poros komponen ini juga rawan diselipi kotoran, membuat pergerakan semakin keras.

3. Radiator. Kotoran yang menempel pada kisi-kisi dipastikan mengurangi pernafasan, membuat pendinginan tak maksimal. Kemungkinan terburuk, terjadi overheat.

4. Suspensi. Sama prinsipnya seperti lengan ayun, membuat poros cepat kehilangan pelumas dan rawan bunyi-bunyian.

5. Rantai. Kotoran sangat mudah menempel, apalagi rantai biasanya berlapis gemuk. Bersihkan dengan cairan pembersih rantai untuk merawatnya.

6. CVT. Khusus untuk yang suka memodifikasi boks CVT menjadi terbuka, dipastikan komponen di dalamnya cepat kotor karena kemasukan pasir dan debu. Bunyi dan kerusakan dini tak bisa dihindari.

7. Semua komponen logam. Jika kotoran menempel lama, lalu terkena sinar matahari dan udara, berpotensi menimbulkan bercak atau karat yang sulit dihilangkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China hingga Australia Sudah Kecam Tarif AS, Indonesia Masih Bungkam
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau