Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Tata Nano Pertama Diserahkan ke Konsumen

Kompas.com - 21/07/2009, 10:47 WIB

MUMBAI, KOMPAS.com — Ashok Raghunath Vichare (59) menjadi orang paling beruntung di India. Ia penerima pertama mobil termurah di dunia, Nano bikinan Tata Motors, melalui undian lotre yang dilakukan pihak pabrikan. Untuk mendapatkan mobil itu, Ashok harus bersaing dengan 155.021 calon konsumen di India.

Jumlah sebanyak itu terkumpul sejak city car seharga Rp 23,8 juta (100.000 rupees atau 2.050 dollar AS) itu diluncurkan Maret lalu. Dengan penyerahan itu, berarti dimulailah era mobil murah di pasar otomotif dunia, khususnya India.

Seremoni dilakukan sendiri oleh Bos TM Ratan Tata dengan menyerahkan satu unit Tata Nano LX berwarna silver. Dengan mesin dua silinder, 4 percepatan bertransmisi manual, mobil ini mampu melesat dengan kecepatan tertinggi 105 km/jam.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

“Saya sangat gembira, sulit mengungkapkan betapa bahagianya saya,” ujar Shaila, istri Ashok Raghunath Vichare seperti dikutip kantor berita Associated Press, akhir pekan lalu.

Pihak resmi TM mengaku akan memenuhi 100.000 unit selanjutnya pada akhir 2010. Pemesan untuk sisa 55.021 unit lainnya harus lebih bersabar karena baru akan dikirim setahun kemudian (2011).

Semula, realisasi pabrik perakitan Nano berkapasitas 250.000 unit per tahun sempat terhambat karena kasus sengketa tanah dengan petani lokal di Bengal Timur, Gujarat (India). Namun, saat ini proses pembangunan terus berlangsung dan utilisasi akan dimulai 2010.

Untuk sementara, TM hanya bisa mengandalkan pabrik perakitan di Pantnagar dengan kapasitas 50.000 unit per tahun. Nah, siapkah produsen mobil nasional bersaing saat Nano masuk ke Indonesia? Bersiap-siaplah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China hingga Australia Sudah Kecam Tarif AS, Indonesia Masih Bungkam
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau