Selasa, 28 Maret 2017

Otomotif

Oli Gardan Skutik yang Terlupakan

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Oli gardan pada skutik.

Jakarta, KompasOtomotif – Ingat, hanya ada dua penggunaan oli pada sepeda motor jenis Skutik yang perlu diperhatikan. Pertama, oli mesin yang sudah jelas penggantian berkalanya. Kedua, dan sering terlupakan, oli gardan, yang fungsinya sama penting.

Oli mesin sudah jelas kegunaannya, melumasi bagian-bagian pada blok mesin, sementara oli gardan bertugas menjaga kelancaran gerak sistem transmisi pada Skutik. Perawatannya pun sama, disarankan untuk menggantinya pada jangka waktu tertentu.

Muhammad Robiansyah, mekanik AHASS Bintang Motor, Jakarta Timur, mengatakan kepada KompasOtomotif, (24/11/2016), bahwa oli ini banyak dipandang sebelah mata. ”Orang tahunya ganti oli mesin. Padahal oli gardan juga penting, sama seperti oli transmisi pada mobil,” kata Robi.

Dijelaskan Robi, oli transmisi atau oli gardan berfungsi melancarkan banyak komponen yang saling bergesekan di dalam transmisi otomatis motor matik. Jika bagian ini tidak bergesekan dengan benar, efek yang kentara adalah terdengar suara berisik pada bagian boks CVT bagian belakang.

Jika oli mesin disarankan ganti tiap 2.000-5.000 km, maka oli gardan lebih lama lagi, 8.000 km atau pemakaian motor mencapai delapan bulan. Itu pun kalau penggunaannya normal, tak kemasukan air. Banyak kasus menurut Robi, oli gardan disusupi air yang membuat warnanya berubah mirip kopi susu.

”Biasanya setelah mengganti ban belakang yang harus membuka gir. Kemungkinan besar air masuk ke oli gardan saat menerjang banjir. Rajin mengecek kalau musim penghujan,” ucap Robi.

Seperti jenis sepeda motor lain, tipe matik juga punya girboks meski tak serumit jenis bebek atau sport dengan transmisi manual. Letaknya di bagian belakang, bersebelahan dengan as roda, dan sejajar dengan puli. Tentu, bagian ini butuh perawatan dengan cara mengganti oli secara rutin.

Biayanya cukup murah. Satu botol kecil oli gardan hanya dijual Rp 12.000 - Rp 20.000. Mengganti sendiri pun cukup mudah, asal tahu letak baut penutup untuk saluran buang, dan baut satunya lagi untuk mengisi ulang.

Penulis: Donny Apriliananda
Editor : Agung Kurniawan
TAG: