Kamis, 23 Oktober 2014

Otomotif


Pabrik Honda Thailand Mulai Berproduksi

Selasa, 27 Maret 2012 | 17:42 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : Honda Motor Co. | Author : -

    Honda City mulai diproduksi kembali kemarin di pabrik Honda Thailand

  • Sumber : Honda Motor Co. | Author : -

    Produksi pertama Honda Mobil Thailand setelah pabriknya diretorasi

Bangkok, KompasOtomotif – Setelah terhenti sejak 4 Oktober tahun lalu karena banjir, kemarin pabrik Honda di Rojana Industrial Park, Ayutthaya, Thailand mulai kembali berproduksi. Butuh waktu cukup lama bagi Honda Automobile Thailand Company Ltd. (HATC) untuk memperbaiki pabriknya yang terendam banjir tersebut.


Sebenarnya, Honda sudah melakukan penggeringan pabrikntya yang diterjang banjir pada akhir November lalu, termasuk membersihkan, memeriksa, memperbaiki dan mengganti fasilitas dan perlengkapan pabrik yang rusak direndam banjir. Setelah empat bulan usaha restorasi tersebut, Honda baru bisa beroperasi lagi. Acara perayaan yang menandakan pabrik di Thailand kembali beroperasikan akan dilakukan pada 31 Maret mendatang.

Karena HATC tidak bisa beroperasi, beberapa model yang dipasarkan di negara di kawasan Asia Oseania, termasuk Indonesia, unitnya dipasok langsung dari Jepang.

Honda merupakan produsen yang paling parah menderita akibat banjir Thailand. Pasalnya, selain merakit unit, beberapa komponen untuk model yang dirakit di negara lagi juga didatangkan dari Thailand. 

Honda berharap, seluruh pabriknya di kawasan Asia Oseania sudah bisa berproduksi secara normal pada April mendatang. Sedangkan untuk kawasan lain sudah bisa diatasi.

Karena peran HATC sangat penting di kawasan Asia Oseania, banjir Thailand mengakibatkan  produksi dan penjualan Honda di luar  negara tersebut menjadi separo lumpuh. Bahkan di Indonesia, selain produksi terganggu (ketiadaan pasokan komponen), penjualan Honda merosot tajam. Padahal permintaan terus tumbuh! 

Seharusnya Honda  mengubah pola pikir, tidak lagi memusatkan produksi mobil dan komponen pada satu negara. Bila tidak, kejadian yang sama bisa saja terulang! 

Editor : Zulkifli BJ