Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/01/2023, 11:22 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Wiper menjadi komponen untuk faktor visibilitas mengemudi di musim hujan. Pergantian karet wiper dilakukan biasanya tiap 6 bulan sekali. 

Pasalnya, karet wiper yang mengeras rawan menyebabkan kaca buram. Air yang menempel di bagian kaca pun susah dibersihkan, dan meninggalkan noda bercak. 

Banyak cara yang dilakukan untuk menghindari wiper rusak, salah satunya adalah mengangkat wiper saat parkir dibawah terik matahari. 

Meskipun demikian, Kepala Bengkel Nasmoco Kaligawe Semarang Mohammad Syafruddin mengatakan, wiper yang berbunyi berisik berarti sebagai pertanda karet wiper telah mengeras. 

"Wiper sebelum 6 bulan bisa rusak. Sering ada bunyi kasar, wiper mengeras karena sering parkir dijemur. Kaca dan wiper bergesekan langsung," kata Syafruddin. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Kaca Mobil Rawan Pecah Tanpa Kaca Film?

Karet yang getas tersebut lama-lama akan menyisakan bekas goresan di kaca yang membandel. Hampir mirip seperti jamur kaca. 

Model wiper frameless Dicky Aditya Wijaya Model wiper frameless

Tapi, kata Syafruddin, perawatan karet wiper yang mengeras bisa dilakukan untuk menghindari kerusakan kaca agar tak semakin parah. 

Ia pun menyarankan, untuk rutin melakukan pembersihan wiper dan kaca dari kotoran seperti butiran pasir dan debu. 

"Pasir yang menempel membuat goresan parah. Kaca menjadi buram. Sebaiknya saat mencuci mobil, karet wiper bisa dibersihkan khusus, dilap, dan dikeringkan," tuturnya. 

Baca juga: Cara Sederhana Hilangkan Bunyi pada Karet Wiper

Kepala Bengkel Honda Gajah Mada Semarang Nanang mengatakan, tergantung kondisi fisik komponen. Wiper dapat dilakukan pergantian bila ada dua pertanda, yaitu ada bekas goresan di kaca dan tidak bersih untuk membersihkan air. 

Ilustrasi kaca mobil berembun Dicky Aditya Wijaya Ilustrasi kaca mobil berembun

"Goresan di kaca itu tanda karet rusak. Air yang membekas berarti wiper mobil tidak berfungsi," ucapnya.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.