Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/11/2022, 17:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana penerapan aturan Zero ODOL (over dimension over load) masih menimbulkan polemik dari kalangan yang mendukung dan menentang.

Padahal, upaya lintas kementerian atau lembaga untuk mengurangi truk ODOL berseliweran di jalanan itu sudah dilakukan sejak 2018.

Neni Kusnianti, Kepala Balai Perkerasan dan Lingkungan Jalan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, mengatakan, penerapan aturan Zero ODOL menguntungkan masyarakat pengguna jalan.

Baca juga: Suzuki Eeco Meluncur, MPV Murah Mulai Rp 98 Jutaan

Truk odol yang terguling di jalan nasional di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang akibat kelebihan muatan, Minggu (20/2/2022).KOMPAS.com/Miftahul Huda Truk odol yang terguling di jalan nasional di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang akibat kelebihan muatan, Minggu (20/2/2022).

“Bahwa pengendalian muatan berlebih akan memberikan keuntungan kepada penyelenggara jalan dan masyarakat pengguna jalan,” ujar Neni, disitat dari tayangan Rapat Kerja Bidang Perhubungan Darat Tahun 2022 (28/11/2022).

“Yaitu umur rencana dari suatu struktur perkerasan tercapai, yang berarti penghematan anggaran atau penurunan biaya penanganan jalan,” kata dia.

Seperti diketahui, kendaraan overload memberikan suatu kontribusi kepada umur rencana jalan. Dari sisi desain konstruksi jalan, truk ODOL berdampak pada meningkatnya biaya pembangunan.

Baca juga: Honda Luncurkan Supra GTR Pakai Livery CBR1000RR-R Fireblade SP

“Kedua adalah peningkatan pelayanan jalan kepada masyarakat akibat berkurangnya kemacetan atau peningkatan waktu tempuh atau penurunan biaya pengguna jalan. Dan tentunya ini peningkatan terhadap tingkat keselataman jalan,” ucap Neni.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno, memastikan bahwa Zero ODOL tetap berlaku pada 2023.

"Target untuk Zero ODOL 2023 masih tetap berjalan, tidak ada kebijakan untuk memperpanjang Zero ODOL di 2023," ujar Hendro (22/11/2022).

Hendro juga mengatakan, upaya untuk mewujudkan jalanan bebas truk ODOL masih dilakukan, walaupun secara perlahan. Apalagi, truk sarat muatan kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.