Kompas.com - 23/09/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam rangka mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, pemerintah terus berusaha menyediakan infrastruktur.

Analis Kerja Sama Direktorat Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Supriyadi mengatakan, sudah ada peta jalan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik dari 2021 hingga 2030 mendatang.

Pertama, pengisian daya berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Baca juga: Ada Fenomena Antrean Kendaraan di SPBU, Beli BBM Bisa 20 Menit

Konvoi konversi motor listrik Kementerian ESDMKementerian ESDM Konvoi konversi motor listrik Kementerian ESDM

"Ada berbagai daerah yang sudah kita pasang,” ujar Supriyadi, dalam webinar Accelerating Battery-Electric Vehicles: Indonesia National Workshop, Kamis (22/9/2022).

“Saat ini Indonesia mempunyai 332 SPKLU dan 369 SPBKLU. Ini belum termasuk yang dipasang oleh masing-masing dari pemegang merek,” kata dia.

Kemudian, untuk mempercepat program konversi BBM dari motor konvensional ke motor listrik, Kementerian ESDM sudah melakukan 100 konversi. Selanjutnya, tahun ini berupaya untuk meningkatkan menjadi 1.000 unit.

Baca juga: Honda CBR250RR White Edition Meluncur di MotoGP Jepang

Menurutnya, ke depan program konversi ini akan bekerja sama juga dengan instansi lain, seperti PLN dan Pertamina.

Bahkan sudah diagendakan sebanyak 200 unit konversi di Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah.

"Kita sudah bertemu dengan produsen sepeda motor listrik, di mana controller dan baterai sudah mampu membuat sparepart dari motor listrik itu sendiri hanya tingkat keekonomiannya masih sedikit sehingga itu menjadikan cost-nya menjadi tinggi untuk dihitung per unitnya," kata Supriyadi.

“Kalau kita bisa mengakselerasi ini mudah-mudahan nanti harganya akan semakin turun sehingga masyarakat akan lebih termotivasi dengan adanya konversi ini," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.