Konversi Mobil Listrik dan Komponen Apa Saja yang Diubah

Kompas.com - 13/09/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan resmi merilis kebijakan konversi untuk mobil berbahan bakar minyak atau berpembakaran dalam jadi kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

Aturan ini termaktub dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 15 Tahun 2022 tentang Konversi Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Dengannya, diharapkan program percepatan kendaraan listrik nasional dapat dilaksanakan secara optimal sehingga target populasi 2 juta mobil listrik pada 2030 bisa dicapai.

Baca juga: Resmi, Ini Aturan Bengkel Konversi Mobil Listrik

Ilustrasi konversi mobil konvensional menjadi listrikKai-Uwe Knoth Ilustrasi konversi mobil konvensional menjadi listrik

Lebih jauh dalam beleid tersebut dijelaskan ketentuan cara melakukan konversi, standar bengkel konversi, sampai komponen apa saja yang akan diubah serta uji tipe, yang terbagi atas enam bagian (Bab).

Khusus soal komponen yang bakal diubah saat melakukan konversi, dijelaskan secara rinci pada bagian (bab) keempat, yang mencangkup empat bagian.

Pada bagian pertama, dijelaskan bahwa konversi tak diperkenankan mengubah standar sistem kelistrikan dari kendaraan bermotor selain sepeda motor yang akan dilakukan konversi

Konversi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) meliputi komponen:

a. Motor listrik;
b. Baterai;
c. Sistem baterai manajemen;
d. Penurun tegangan arus searah (DC to DC converter);
e. Sistem pengatur penggerak motor listrik (controller/inverter);
f. Inlet pengisian baterai;
g. Sistem elektrikal pendukung; dan
h. Komponen pendukung.

Baca juga: Konversi Mobil Listrik Diperbolehkan, Ini Caranya

Mobil listrik konsep Daihatsu Ayla EV dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (12/8/2022).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Mobil listrik konsep Daihatsu Ayla EV dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (12/8/2022).

Komponen baterai dan sistem pengatur penggerak motor listrik ini, diharuskan dilengkapi dengan laporan pengujian atau sertifikat yang dapat berupa standar nasional Indonesia atau standar internasional.

Kemudian, setiap mobil yang telah dilakukan konversi dan akan dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Sehingga, pemilik wajib untuk melakukan uji tipe kembali dengan membawa dokumen yang didapat dari bengkel konversi atau penanggung jawab bengkel konversi, mencangkup;

1. Salinan/fotokopi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor ?dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor;
2. Hasil pemeriksaan cek fisik kendaraan bermotor oleh ?Kepolisian Negara Republik Indonesia;
3. Laporan pengujian atau sertifikat baterai standar ?nasional Indonesia atau standar internasional;
4. Diagram instalasi sistem penggerak Motor Listrik;
5. Diagram kelistrikan;
6. Sertifikat Bengkel Konversi;
7. Gambar teknik, foto, dan/atau brosur setiap ?Kendaraan Bermotor Selain Sepeda Motor yang telah ?dilakukan Konversi; dan
8. Standar operasional prosedur pemasangan ?komponen Konversi.

Ruang mesin Ayla EV yang kini sudah digantikan dengan baterai.KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ruang mesin Ayla EV yang kini sudah digantikan dengan baterai.

Baca juga: Mobil Listrik Tidak Sepenuhnya Ramah Lingkungan

Adapun uji tipe atau kelaiakan komponen konversi, seperti dijelaskan di bagian kedua, mencangkup motor listrik, sistem baterai, sistem baterai manajemen, sistem pengisian daya baterai, sistem elektrikal pendukung, dan komponen pendukung.

Kemudian, akan diujikan juga struktur dan layout kendaraan, komponen yang dikonversi, sirkuit tegangan rendah, sistem pengaturan kecepatan, kompabilitas elektromagnetik komponen elektrik, dan pembatasan fitur atau komponen.

Pengujiannya, dilakukan oleh Unit Pelaksana Uji Tipe Kementerian Perhubungan yang terdiri dari pemeriksaan kelaikan komponen Konversi dan pengujian terhadap tipe fisik.

Baca juga: 7 Bengkel Konversi Motor Listrik yang Bersertifikat

Daihatsu Ayla EVKompas.com/Adityo Daihatsu Ayla EV

Pengujian tipe terhadap fisik mobil konversi meliputi sistem pengereman, uji tanjakan, uji suara, keselamatan fungsional, berat kendaraan, dan lain-lain. Hasilnya, bisa diambil paling lama 5 hari kerja.

Setelah dinyatakan lolos, pemilik bakal mendapatkan SUT konversi yang jadi dasar penerbitan Sertifikasi Registrasi Uji Tipe Konversi, dan kartu pengenal khusus yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang kendaraan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.