Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Sektor Manufaktur, Termasuk EV

Kompas.com - 09/09/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia dan Jepang akan terus meningkatkan kerja sama dalam sektor manufaktur melalui langkah-langkah strategis yang berkomitmen.

Diharapkan dengan langkah terkait, percepatan pencapaian zero emission atau emisi karbon nol, bisa maksimal seiring hadirnya teknologi inovatif, yang mencangkup kendaraan listrik (electrified vehicle/EV), hidrogen, dan amonia.

"Saya harap dukungan pengetahuan dan teknologi baru Jepang untuk beberpa proyek strategis Indonesia, terutama hilirisasi komoditas alam, pengembangan mobil dan motor listrik, serta sektor kesehatan dan pangan," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Strategi Pemerintah Agar Masyarakat Taat Bayar Pajak Kendaraan

Proses Perakitan Mobil di Pabrik TMMINdok.TMMIN Proses Perakitan Mobil di Pabrik TMMIN

Adapun kerja sama ini, akan termaktub dalam perubahan perjanjian dagang Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement yang menjadi salah satu agenda penting antara kedua negara untuk diselesaikan dalam waktu dekat.

Perjanjian tersebut akan diumumkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali.

“Kami akan membuka akses lebih luas dan menawarkan offer yang lebih substantif, pada kaitannya dengan perundingan trade in goods terkait produk manufaktur. Harapannya, ini akan menjadi win-win solution bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Pada agenda itu pula, Kemenperin mengharapkan dukungan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) untuk keberlanjutan inklusi industri dalam pembahasan pada forum G20.

Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menperin di Jakarta pekan lalu, Menteri METI, Nishimura Yasutoshi yang baru dilantik menyampaikan apresiasi atas Presidensi Indonesia pada G20 dan mendukung pembahasan isu industri untuk dilanjutkan.

Baca juga: Menanti Skema Pengolahan Limbah Baterai Kendaraan Listrik

Ilustrasi ekspor mobil.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi ekspor mobil.

Pada kesempatan sama, Agus juga mengapresiasi komitmen perusahaan-perusahaan otomotif asal Jepang yang terus meningkatkan investasinya di Indonesia.

Terbaru, pemerintah berhasil menangkap komitmen dari pelaku industri otomotif skala besar Jepang dengan total Rp 37 triliun untuk program kendaraan listrik dalam waktu hingga lima tahun ke depan.

Dana terkait, berasal dari Toyota Motor Corporation (TMC) untuk pengembangan mobil hibrida baru, dan Mitsubishi Motors Corporation (MMC), yang bakal fokus memproduksi kendaraan jenis xEV dari model Xpander dan Pajero Sport.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.