Kompas.com - 06/09/2022, 17:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban bus dan truk jenis tubeless radial belakangan ini mulai sulit didapatkan di pasar. Padahal, ban model bias saat ini mulai diminati para pengusaha dengan segala kelebihannya.

Diduga, adanya pembatasan kuota dan izin impor menyebabkan jumlah ban radial yang masuk ke Indonesia jadi lebih sedikit. Oleh karena itu, beberapa operator bus kerap kesulitan mencari ban.

Kartika Susanti, Direktur Public Affairs Michelin Indonesia mengatakan, ban truk dan bus radial di Indonesia marketnya masih kecil, oleh karena itu masih bisa dipenuhi dengan impor.

Baca juga: Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vulkanisir Ban Bus

Ban Michelin dan BF Goodrich sudah tersedia di 40 cabang Ottoban IndonesiaDok. Ottoban Indonesia Ban Michelin dan BF Goodrich sudah tersedia di 40 cabang Ottoban Indonesia

Lalu mengapa Michelin tidak turut memproduksi ban tersebut secara lokal, sehingga jadi lebih mudah didapatkan?

Kartika menjelaskan, untuk bisa melakukan produksi lokal, harus ada investasi yang cukup besar. Selain itu, harus ada minimum volume yang akan diproduksi oleh pabrik.

"Pasar ban truk dan bus radial saat ini belum mencapai syarat minimum volume produksi itu karena memang penggunanya masih kecil sekali," kata Kartika kepada Kompas.com, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pakai BBM Oktan Tinggi Mobil Makin Irit?


Mengenai rencana investasi, Kartika mengatakan kalau dalam waktu dekat belum akan produksi ban truk dan bus radial di Indonesia. Mengingat Michelin juga sedang melakukan investasi dan fokus pada produksi ban mobil dan motor untuk ekspor.

"Michelin sendiri belum ada rencana investasi dalam waktu dekat, karena kami baru investasi di pabrik ban 2019 lalu dan sedang fokus upgrade pabrik. Lalu di tahun ini kami juga baru investasi lagi di perkebunan karet," ucap Kartika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.