Kompas.com - 01/09/2022, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Truk Over Dimension & Over Load (ODOL) yang sembarangan melintas di tol saat ini bisa terancam hukuman, jika terjaring teknologi weigh in motion (WIM) yang ada.

WIM sendiri merupakan alat timbang kendaraan untuk menentukan berat kendaraan beserta muatannya.

Baca juga: Puluhan Kendaraan ODOL Terdeteksi WIM di Tol Cipali

Mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 14/SE/M/2019, prinsip kerja sistem pengukuran kendaraan dengan WIM berbasis jembatan (WIM bridge) adalah memanfaatkan jembatan sebagai instrumen pengukuran beban kendaraan bergerak yang melintas di atas jembatan tersebut.

Sensor dipasang pada elemen jembatan yang dipakai untuk mengukur renspons elemen tersebut terhadap beban lalu lintas, kemudian dikonversi menjadi besaran lalu lintas itu kembali.

Ilustrasi truk ODOL di jalan tolKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi truk ODOL di jalan tol

Baca juga: Pertamina Turunkan Harga, Ini Banderol BBM Nonsubsidi per September 2022

Respons struktur yang ditangkap oleh sensor regangan ini kemudian dikumpulkan dan diolah oleh unit pengolah data di lapangan yang terhubung dengan menggunakan kabel.

Data hasil pengukuran tersebut juga dapat dipantau melalui perangkat ponsel, melalui jaringan internet.

Sebelumnya, penerapan WIM di jalan tol sudah resmi di mulai pada awal tahun ini, 1 Januari 2022. Tujuannya adalah untuk menjaga infrastruktur jalan tol yang berimbas kepada kerugian negara.

Berikut ini sejumlah ruas tol yang menggunakan teknologi WIM. Untuk diketahui, ini merupakan ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga.

  • JORR Seksi E di Km 53+600 B
  • Jagorawi Km 45+800 B (Eks GT Ciawi)
  • Jakarta-Tangerang Km 9+600 B
  • Padaleunyi Km 120 B
  • Semarang ABC Km 438 (Akses GT Muktiharjo)
  • Ngawi-Kertosono Km 654+000 B
  • Surabaya-Gempol Km 757+400 B
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.