Perihal Gaji Sopir Truk, Bisa Jadi Penyebab Tidak Langsung Kecelakaan

Kompas.com - 01/09/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini kerap terjadi kecelakaan yang melibatkan truk di Indonesia. Misal truk yang tabrak halte di Jalan Sultan Agung Km 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) siang.

Pada kecelakaan itu ada 30 orang yang jadi korban, 10 di antaranya meninggal dunia. Sampai saat ini masih belum ada hasil investigasi apa yang menyebabkan truk hilang kendali sampai menabrak halte.

Menurut Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, kecelakaan yang melibatkan truk bisa disebabkan faktor tidak langsung, salah satu contoh adalah perihal gaji.

Baca juga: Spesifikasi Truk yang Tabrak Halte di Bekasi, Hino SG 260 TH

Kecelakaan truk kontainer di Jalan Sultan Agung KM 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022). Kepala Unit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Polisi Farida mengatakan bahwa dari catatan yang polisi terima, ada sejumlah korban yang menjadi luka dalam kecelakaan tersebut.KOMPAS.com/JOY ANDRE T Kecelakaan truk kontainer di Jalan Sultan Agung KM 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022). Kepala Unit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Polisi Farida mengatakan bahwa dari catatan yang polisi terima, ada sejumlah korban yang menjadi luka dalam kecelakaan tersebut.

Saat ini, gaji dari sopir truk biasanya kesepakatan antara driver dengan pengusaha logistik. Sopir sudah menentukan tarifnya berdasarkan kebutuhan selama perjalanan dan untuk dirinya sendiri.

Tapi sayangnya, sampai saat ini memang tidak ada standar gaji yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi jika nego gaji antara sopir dan pengusaha tidak menemui sepakat, maka pengusaha bisa cari sopir lain yang mau.

"Gaji itu bisa jadi pemicu pelanggaran yang terjadi di jalanan. Bahkan, itu juga memicu terjadinya pengurangan kualitas komponen kendaraan yang semestinya," ucap Jusri kepada Kompas.com, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Pertamina Mulai Bisnis Swap Baterai Motor Listrik


Misal, untuk dapat keuntungan lebih, sopir memilih suku cadang KW, bukan orisinal. Tentu hal yang seperti ini bisa memicu kecelakaan di jalan raya secara tidak langsung.

"Tapi kalau dari sistem gaji tetap, ada tidak ada pekerjaan, orang akan tenang, tidak ngebut, tidak melakukan hal yang membahayakan," ucap Jusri.

Menurut Jusri, soal standar gaji sopir ini bisa jadi langkah awal mengurangi angka kecelakaan truk di jalan. Jadi secara mental, sopir sudah tenang karena akan tetap dapat gaji dengan nominal yang tetap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.