Kompas.com - 13/08/2022, 17:42 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Rantai dan gir sepeda motor sangat penting dalam rangkaian sistem kerja penggerak transmisi. Fungsinya menyalurkan tenaga mesin agar terhubung ke bagian roda. 

Oleh karena itu, perawatan rantai dan gir dibutuhkan agar kinerjanya tetap baik. Kelewat sedikit saja konsekuensinya bisa membahayakan keselamatan. 

Hal itu disampaikan Kepala Bengkel Kawasaki Majapahit Semarang Untung Budi Subagyo kepada redaksi Kompas.com. Dia mengatakan, rantai dan gir sepeda motor wajib diperhatikan dan mendapatkan perawatan. 

Menurutnya, perawatan bisa dilakukan sendiri oleh pemilik tanpa harus menunggu jadwal servis perawatan sesuai jadwal. 

Baca juga: Ini Efek Buruk Gunakan Oli Bekas dan Penetran untuk Rantai Motor

"Biar tetap awet cek pelumasan rantai, jangan dibiarkan kering. Khusus musim penghujan atau motor baru selesai dicuci pelumasan harus lebih sering," kata Untung ditemui Kompas.com, Jumat (13/8/2022). 

Dia melanjutkan, perawatan cukup sederhana saja, hanya cukup melumasi rantai menggunakan pelumas khusus. 

Chain lube pilihan terbaik pelumas rantai sepeda motorSuzuki Chain lube pilihan terbaik pelumas rantai sepeda motor

Lebih baik lagi, menurut dia, jika sebelum memberikan pelumas, rantai yang kotor dibersihkan agar cairan pelumas bisa meresap ke dalam pin dan mata rantai. 

"Rantai yang bersih cairan pelumas bisa menjangkau celah-celah sempit antara pin dan rantai. Untuk membersihkan kotoran bisa menggunakan cairan degreaser," ujarnya. 

Tak boleh terlewatkan, kata Untung, kekencangan rantai juga harus benar-benar diperhatikan. Mudah saja, pemilik kendaraan bisa memperhatikan patokan ukuran yang terletak pada ujung bagian swing arm. 

Rantai Motor DID X VR46 Signature EditionKOMPAS.com/STANLY RAVEL Rantai Motor DID X VR46 Signature Edition

Rumus hitungan yang dapat digunakan untuk penyetelan yakni ketegangan rantai harus sesuai ukuran standar 25 milimeter. 

"Bisa di cocokan dengan perhitungan manual 20 pin mata rantai. Jika memang kondisi fisik rantai sudah terlalu kendur tak bisa di stel," ucapnya. 

Sedikit berbeda, Kepala Bengkel Yamaha Mataram Sakti Pedurungan Hendro Mahardika menyinggung soal cairan pelumas rantai. Menurut dia, sangat tidak direkomendasikan untuk menggunakan oli bekas. Partikel gram besi sisa pembakaran mesin dikhawatirkan bisa bereaksi merusak rantai. 

"Lebih baik pakai oli baru untuk pelumas rantai. Kalau terbiasa pakai oli bekas selain estetika kurang bagus (kotor) rantai dikhawatirkan cepat kendor," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.