Prinsipal Suzuki Klaim Penjualan Mobil Kebal Resesi Global

Kompas.com - 08/08/2022, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comSuzuki Motor mengklaim bahwa pihaknya tidak melihat permintaan kendaraan melambat di dalam negeri (pasar Jepang) atau pasar terbesar di India, meskipun terjadi kekhawatiran terjadinya resesi global.

Dibandingkan merek Jepang lainnya, Senior Managing Executive Officer Suzuki Motor Masahiko Nagao, justru menyuarakan pandangan yang lebih optimistis. Meskipun tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi memicu ketidakpastian ekonomi dunia.

Nagao mengatakan, Suzuki memiliki backlog pesanan kendaraan sekitar 200.000 unit di Jepang pada akhir Juni. Sementara angka backlog di India mencapai 350.000 unit.

Baca juga: Mirip PEVS, Area Tes Indoor Kendaraan Listrik Juga Ada di GIIAS 2022

Logo Suzuki.AUTONEWS.com Logo Suzuki.

"Meskipun kami khawatir tentang tren ekonomi global, pesanan datang dengan sangat lancar dan permintaan tidak menurun pada saat ini," ujar Nagao, disitat dari Reuters (7/8/2022).

Pada kuartal April-Juni, penjualan Suzuki di India naik 27,9 persen YoY menjadi 380.000 kendaraan, setelah pabrik menahan produksi karena pembatasan Covid-19 tahun sebelumnya.

Suzuki juga mengklaim bisa mempertahankan perkiraan laba operasinya sebesar 195 miliar yen atau setara Rp 21 triliun hingga 31 Maret 2022.

Baca juga: Ini Bocoran Mobil Baru di GIIAS 2022, Ada Apa Saja?

Namun, penjualan kendaraan di Jepang turun 6,4 persen karena kekurangan cip yang menghambat produksi.

Meskipun krisis semikonduktor berangsur-angsur membaik, Nagao mengatakan, Suzuki tidak dapat memprediksi kapan masalah ini akan teratasi.

Menurutnya, untuk mengurangi dampak krisis cip, perusahaan telah beralih untuk memproduksi mobil yang tidak membutuhkan begitu banyak cip di India dan menjualnya ke pasar Afrika serta Amerika Tengah dan Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.