Kompas.com - 08/08/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar mengeluarkan larangan penggunaan sepeda listrik bertenaga baterai di jalan raya karena dianggap berbahaya.

Keputusan itu mendapat respons keras dari Komunitas Sepeda Motor Listrik (Kosmik), yang menyatakan bahwa larangan tersebut kontra produktif dengan semangat percepatan elektrifikasi yang digaungkan pemerintah.

Hendro Sutono, pegiat dan juru bicara Kosmik mengatakan, keputusan sepihak tersebut menjadikan sepeda listrik sebagai "anak haram" transportasi berbasis listrik.

Baca juga: Hasil Moto2 GP Inggris 2022, Augusto Menang Dramatis

Satlantas Polrestabes Makassar, mengeluarkan larangan penggunaan sepeda listrik bertenaga baterai di jalan umum karena dianggap berbahaya.Foto: NTMC Polri Satlantas Polrestabes Makassar, mengeluarkan larangan penggunaan sepeda listrik bertenaga baterai di jalan umum karena dianggap berbahaya.

Alasannya, sepeda listrik telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan No 45 tahun 2020. Namun peraturan tersebut justru mengebiri fungsi sepeda listrik itu sendiri.

"Kembali ke yang telah menetapkan kecepatan maksimal sepeda listrik adalah 25 kpj atau setara dengan sepeda pedal, tetapi kemudian penggunaannya dibatasi hanya di jalur tertentu, waktu tertentu dan kawasan tertentu," kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (6/8/2022).

Menurut Hendro, peraturan itu mengecilkan fungsi sepeda listrik dari alat transportasi untuk memindahkan orang dari titik A ke titik B, menjadi hanya sekadar berputar-putar di satu area, atau di jalur tertentu, atau di waktu tertentu.

Permen Perhubungan No 45 tahun 2020 itu membuat salah persepsi di masyarakat bahwa sepeda listrik merupakan alat rekreasi. Padahal sepeda gowes yang bahkan kecepatannya bisa 40 kpj masih alat transportasi.

Baca juga: Catat, Ini 25 Titik Ganjil Genap di Jakarta

 

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda menegaskan bakal menindak para pengguna sepeda listrik yang masih menggunakannya di jalan raya.Foto: NTMC Polri Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda menegaskan bakal menindak para pengguna sepeda listrik yang masih menggunakannya di jalan raya.

"Karena itu tidaklah salah jika masyarakat memandang sepeda listrik sebagai sarana rekreasi atau sekedar mainan anak-anak. Sepeda listrik tidak lagi dipandang sebagai alat transportasi serius yang bisa memberi solusi bertransportasi secara mudah dan murah," kata dia.

Manfaat

Hendro mengatakan, jika pihak yang berkepentingan mau membuka mata, sepeda listrik memiliki banyak keunggulan. Terutama dalam hal pengurangan emisi karbon.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.