Mengapa Masih Banyak Anak di Bawah Umur Mengendarai Sepeda Motor?

Kompas.com - 03/08/2022, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor masih sering ditemui di jalan raya. Selain melanggar hukum, kebiasaan ini menjadi salah satu sumber kecelakaan lalu lintas yang bisa berakibat fatal.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah Pemerintah Daerah sudah berencana untuk melarang pelajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menegah Pertama (SMP) untuk membawa sepeda motor sendiri.

Ada dua Dinas Pendidikan (Dindik) yang telah mengeluarkan wacana tersebut, yaitu di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Ciamis. Saat ini, pihak Dindik tengah melakukan pengkajian untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke setiap sekolah.

Baca juga: Pengendara Motor Saling Ngobrol di Jalan, Malah Bikin Celaka

SE tersebut dilakukan sebagai bentuk ketegasan dan imbauan bagi masyarakat agar tidak ada lagi pengendara motor di bawah umur, khususnya pelajar SD dan SMP yang masih di bawah 15 tahun atau belum memiliki SIM.

Maraknya fenomena ini disebabkan oleh beragam alasan. Hal ini disampaikan oleh pengamat masalah transportasi dan hukum, Budiyanto.

"Mengapa hal ini masih sering terjadi, di mana anak di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) berani mengendarai sepeda motor dengan berbagai situasi dan alasan yang melatarbelakangi: untuk kegiatan ke sekolah, ke pasar, dan sebagainya, karena dianggap lebih efisien, tanpa mempertimbangkan risiko kecelakaan," ucap Budiyanto kepada Kompas.com, Selasa (2/8/2022).

Mulai Maret lalu, siswa bermotor di SMAN 19, Bandung, diizikan masuk gerbang sekolah bila mereka memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)DOK. TMMIN Mulai Maret lalu, siswa bermotor di SMAN 19, Bandung, diizikan masuk gerbang sekolah bila mereka memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)

Baca juga: Konsumen Ditawari Pengembalian Dana Inden Fazzio, Ini Kata Yamaha

Ironisnya, lanjut Budiyanto, masih ada orangtua yang justru bangga dengan keadaan di mana anak-anaknya bisa dan berani mengendarai sepeda motor di jalan untuk kegiatan seperti sekolah dan sebagainya.

"Padahal, persyaratan umur, kemampuan dan pengetahuan tentang lalu lintas relatif masih sangat minim atau bahkan belum ada," ucap Budiyanto.

Ia menegaskan, peranan guru dan seluruh komponen masyarakat untuk terlibat langsung sangat penting. Misalnya, memberikan pengawasan dan edukasi tentang bahayanya mengendarai sepeda motor bagi anak-anak di bawah umur.

"Secara paralel, pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidangnya untuk aktif membuat program-program yang menyentuh pada permasalahan tersebut, baik yang bersifat pre-emtif, preventif, dan aspek penegakan hukum," ucap dia.

Perlu diingat, pengendara sepeda motor yang belum memenuhi persyaratan umur, belum memiliki kompetensi, dan pengetahuan tentang lalu lintas, sangat mengganggu keselamatan dan sangat berisiko kepada masalah kecelakaan.

"Kita harus ingat dan sadar bahwa anak-anak di bawah umur perlu diberikan pengawasan, edukasi yang cukup supaya mereka berkegiatan yang lebih terarah, dan jangan diberikan ruang untuk melakukan kegiatan yang membahayakan keselamatan, antara lainnya mengendarai sepeda motor di jalan raya, dan sebagainya. Karena sangat berisiko kepada masalah kecelakaan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.