Agung Kurniawan
Jurnalis

Asisten Editor Otomotif Kompas.com

kolom

Cerita Sulitnya Nissan Jualan Mobil Listrik di Jepang

Kompas.com - 28/07/2022, 09:42 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Nusa Dua, Kompas.comNissan Motor Company merupakan salah satu produsen mobil asal Jepang yang pertama menjual mobil listrik murni alias battery electric vehicle (BEV) secara massal di dunia. Model andalannya, tentu saja Nissan Leaf.

Leaf pertama kali meluncur ke pasar Amerika Serikat dan Jepang mulai Desember 2010 dan saat ini sudah masuk generasi kedua yang dijual sejak Oktober 2017. Hatchback listrik lima penumpang ini, ternyata tidak terlalu laris penjualannya, bahkan di negara asalnya sendiri, Jepang.

Padahal, Jepang merupakan negara maju dengan level pendapatan GDP perkapita 39.285 dollar AS, sedangkan Indonesia baru 4.356 dollar AS. Artinya, dari segi daya beli tentu saja mobil listrik termewah sekalipun bisa laris di Jepang, meksipun yang terjadi adalah sebaliknya.

Cerita itu keluar langsung dari penjelasan Regional Vice President Nissan ASEAN Isao Sekiguchi di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Adu Mobil Listrik Nissan Leaf dan Hyundai Kona EV, Siapa Lebih Irit?

Nissan LeafKOMPAS.com/Ruly Nissan Leaf

Isao mengatakan, ada empat faktor yang bisa menyebabkan mobil listrik laku di pasar suatu negara. Keempatnya saling berhubungan dan wajib dilakukan, jika memang suatu negara ingin terjadi pergeseran pasar dari mobil konvensional menjadi BEV.

Faktor pertama, adalah pentingnya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap mobil listrik. Semakin banyak warga satu negara paham segala sesuatu soal mobil listrik, maka penjualan di pasar akan semakin besar.

Kedua, terkait dengan akses infrastruktur berupa fasiliitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mudah diakses konsumen. Meskipun, faktor kedua ini bukan menjadi alasan utama mengapa penjualan mobil listrik di Jepang tidak kunjung tumbuh.

“Di Jepang saat ini terdapat 30.000 SPKLU dan jumlah ini lebih banyak dari SPBU. Tapi pangsa pasar mobil listrik, masih 1 persen terhadap total industri,” ucap Isao.

Baca juga: Kupas Tuntas Fitur Nissan Leaf yang Dijual di Indonesia

Nissan LeafKOMPAS.com/Ruly Nissan Leaf

Mengutip Nikkei Asia, sepanjang 2021 total mobil listrik yang berhasil terjual di Jepang, sekitar 20.000 unit saja. Padahal, total penjualan mobil di Jepang pada periode yang sama tercatat 3,68 juta unit. Artinya, porsi penjualan mobil listrik di Jepang Cuma 0,54 persen saja.

Ketiga, insentif yang diberikan pemerintah untuk mendorong konsumen beralih menggunakan mobil listrik dari mesin konvensional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.