Saat Isi Bensin, Pengendara Harus Turun dari Sepeda Motor

Kompas.com - 07/07/2022, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat melakukan pengisian bahan bakar mesin (BBM), pengendara motor yang tangki bensinnya berada di bawah jok motor harus turun dari kendaraannya.

Namun pada beberapa motor yang tangki bensinnya berada di depan, banyak pengendara motor yang memilih untuk tidak turun dari motor. Padahal, seharusnya pengendara motor tetap turun dari kendaraannya saat melakukan pengisian BBM untuk menghindari potensi terjadinya bahaya.

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin menjelaskan bahwa pengendara motor harus turun dari motor dan memasang standar motornya. Ini dilakukan utnuk menghindari penyebaran, jika terjadi percikan atau munculnya api.

Baca juga: Alasan Kenapa Mobil Masih Bisa Jalan meskipun Indikator Bensin E

"Untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), wajib mematikan mesin. Karena panas mesin disekitar area pengisian sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kebakaran. Untuk roda dua pada saat pengisian BBM wajib standard dan turun dari motor," ucap Paimin kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, saat ada percikan api di sekitar pengendara atau sepeda motor, maka pemilik cenderung akan panik dan membanting motornya. Ini dapat memperparah kebakaran dan membuat api menyebar.

Maka, penting bagi pengendara sepeda motor untuk memasang standar dan turun dari motor saat melakukan pengisian BBM.

Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU 24.361.77 Mayang Mangurai, Kota Baru, Jambi, Kamis (14/4/2022). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengerahkan 384 unit armada mobil tangki, 27 unit bridger avtur, dan menyiapkan 174 unit skid tank untuk LPG, serta 16 titik SPBU kantung dan 15 titik layanan motoris pada jalur mudik guna mengamankan pasokan energi selama Ramadhan dan mudik Lebaran tahun 2022.ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU 24.361.77 Mayang Mangurai, Kota Baru, Jambi, Kamis (14/4/2022). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengerahkan 384 unit armada mobil tangki, 27 unit bridger avtur, dan menyiapkan 174 unit skid tank untuk LPG, serta 16 titik SPBU kantung dan 15 titik layanan motoris pada jalur mudik guna mengamankan pasokan energi selama Ramadhan dan mudik Lebaran tahun 2022.

Baca juga: Suzuki S-Presso Sudah Bisa Dipesan, Harga Mulai Rp 155 Juta

"Saat panik, umumnya motor akan ditinggal begitu saja atau dijatuhkan. Pemilik akan kabur menjauhi sumber api tadi. Perilaku seperti ini yang ingin dihindari, karena potensi api tambah besar dan menyebar," ucap Paimin.

Dengan turun dari motor dan memasang standar, pemilik kendaraan tinggal menyelamatkan diri jika ada percikan api ataupun kebakaran. Kemudian, penanganannya akan lebih cepat karena api tidak cepat menyebar ke mana-mana.

Baca juga: Resmi Dirilis, Kapan AHM Masukkan Motor Naked CB250R?

Selain itu, penting bagi pengendara motor untuk mematikan mesin kendaraannya. Sebab, mesin kendaraan adalah unsur pemantik api.

"Ketika didukung udara dan ada zat pembakaran yakni uap bensin, maka hanya butuh sepersekian detik dari keadaan normal untuk memicu api," ucap Paimin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.