Mitos atau Fakta, Kerusakan Komponen Mobil Bisa Menular?

Kompas.com - 29/06/2022, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Muncul anggapan setiap ada kerusakan pada kendaraan dan segera tidak diperbaiki maka akan membuat komponen lain ikutan rusak atau dengan kata lain menular.

Hal itu terkesan mengada-ada jika tidak dipahami secara objektif, pasalnya mana mungkin benda mati bisa membuat benda lain disekitarnya rusak jika tidak ada campur tangan manusia.

Namun, ada beberapa kasus kerusakan suatu komponen diakibatkan oleh rusaknya komponen lain. Biasanya, hal ini berlaku untuk benda-benda yang saling berhubungan satu sama lain dalam hal menjalankan perannya.

Baca juga: Wajib Mengecek Kaki-kaki Mobil Sebelum Melakukan Spooring

Peredam kejut pada bagian mobilIstimewa Peredam kejut pada bagian mobil

Seperti pada sektor kaki-kaki yang memang saling terhubung satu sama lain untuk menopang kendaraan. Sehingga, ketika terjadi kerusakan maka komponen lain menjadi bekerja lebih berat dari biasanya. Pada akhirnya menyebabkan komponen lain cepat rusak.

Pemilik Sriyatin Car Spesialis Nissan & Datsun Agus Setiawan mengatakan, ada beberapa kerusakan komponen yang bila tidak segera diperbaiki bisa merusak komponen lain pada kendaraan, khususnya pada sektor kaki-kaki.

“Misal ada ban benjol, jika tidak segera ditangani maka akan membuat kendaraan tidak stabil saat berjalan. Sehingga membuat shock bekerja lebih sering selama roda tersebut berputar. Akhirnya shock akan cepat bocor,” ucap Agus kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Jangan Asal, Modifikasi Kaki-kaki Mobil untuk Harian Ada Batasannya

Pengecekan harus dilakukan sebab oli memiliki peran penting bagi kendaraan yaitu memberikan lapisan komponen saat bergesekan agar tidak cepat aus dan rusak.Foto: Peugeot Pengecekan harus dilakukan sebab oli memiliki peran penting bagi kendaraan yaitu memberikan lapisan komponen saat bergesekan agar tidak cepat aus dan rusak.

Agus juga mencontohkan, bila kerusakan pada beam belakang, maka hal itu bisa membuat roda aus tidak merata.

Ketika beam itu rusak, titik berat yang ditumpu tidak seimbang atau dapat mengubah sudut penyelaras roda. Hal itu bisa terjadi lantaran fungsi utama beam sebagai penopang berat kendaraan bagian belakang.

Sehingga, anggapan bahwa kerusakan komponen mobil bisa menular itu ada benarnya, walau tidak menular secara langsung seperti virus. Melainkan menular seiring pertambahan beban yang harus dipikul komponen tersebut ketika komponen lain mengalami kerusakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.