Kalau sampai Apes SIM Hilang, Begini Cara Mengurusnya

Kompas.com - 28/06/2022, 12:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan kelengkapan wajib bagi setiap pengemudi kendaraan bermotor. SIM berperan sebagai identitas penting bagi pengendara bermotor dan harus dibawa setiap berkendara.

Jika pengendara tidak membawa SIM saat berkendara akan dikenakan hukuman tilang dan denda. Pengemudi yang tidak bisa membuktikan kepemilikan SIM termasuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca juga: Strategi Toyota Pertahankan Pangsa Pasar Avanza dan Veloz

Dalam Pasal 288 ayat (2) dijelaskan bahwa setiap pengendara wajib menunjukkan SIM. Pengendara yang tidak bisa menunjukkan SIM akan dikenakan sanksi berupa tilang dan diharuskan membayar sejumlah denda sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Maka dari itu, jika terjadi kehilangan SIM, masyarakat diminta untuk segera mengurusnya. Lalu, bagaimana cara mengurus SIM yang hilang?

Dalam Pasal 255 PP Nomor 4 Tahun 1993 dijelaskan, pemilik dapat mengajukan pembuatan SIM dengan mendatangi pelaksana penerbitan SIM setempat.

Untuk persyaratan penerbitan SIM karena hilang pada dasarnya sama dengan persyaratan penerbitan SIM perpanjangan (tidak ada tes seperti teori atau praktik).

Hanya saja, ditambahkan dengan laporan kehilangan dari kepolisian dan KTP asli sesuai dengan Pasal 9 ayat 3 huruf b Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM.

Berikut syarat yang harus dipenuhi:

- Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan dokter.
- Laporan polisi kehilangan SIM
- Membayar formulir di BII/BRI Mengisi formulir permohonan
- Melampirkan KTP

Baca juga: Selalu Ada Bahaya Naik Motor Terlalu Dekat dengan Kendaraan Besar

Ilustrasi SIM A dan SIM C. Untuk pembuatan SIM baru, pengendara harus menyiapkan biaya pembuatan SIM C, SIM A, SIM B, atau SIM D. Pasalnya, biaya bikin SIM C berbeda dengan jenis SIM lainnya.KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu Ilustrasi SIM A dan SIM C. Untuk pembuatan SIM baru, pengendara harus menyiapkan biaya pembuatan SIM C, SIM A, SIM B, atau SIM D. Pasalnya, biaya bikin SIM C berbeda dengan jenis SIM lainnya.

Sedangkan untuk mekanisme pengajuan sama dengan perpanjangan SIM, tetapi ditambahkan dengan pemeriksaan data SIM yang hilang di arsip. Hal terpenting adalah data SIM yang hilang masih ada dan masa berlaku SIM tersebut belum habis atau masih aktif.

Kemudian, untuk biaya yang harus dibayarkan sama seperti ketika melakukan perpanjangan SIM sesuai dengan jenis SIM yang akan dibuat sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah No.60/2016.

Baca juga: Strategi Toyota Pertahankan Pangsa Pasar Avanza dan Veloz

Pemohon SIM harus membayar Rp 80.000 untuk SIM A dan SIM B serta Rp 75.000 untuk SIM C. Sementara pemohon SIM D akan dikenakan biaya sebesar Rp 30.000. Besaran biaya ini belum diakumulasi dengan biaya asuransi dan kesehatan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.