Kredit Otomotif Naik, tapi Kendaraan Listrik Masih 1 Persen

Kompas.com - 26/06/2022, 11:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Financee) menyatakan bahwa penyaluran kredit atau pembiayaan untuk kendaraan bermotor di pasar domestik tengah mengalami kenaikan cukup signifikan.

Dibanding tahun sebelumnya, realisasi selama Januari-Mei 2022 tumbuh
22 persen. Capaian tersebut bisa terus meningkat seiring dengan kondisi industri manufaktur dan pertumbuhan pasar.

"Sebenarnya pada kuartal I/2022 lebih tinggi lagi kenaikannya, 33 persen. Tetapi karena ada keterbatasan unit dan segala macam akhirnya sedikit turun," kata Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif di Jakarta, Sabtu (25/6/2022).

Baca juga: Tanpa Batasan Usia Kendaraan, Warga DKI Bisa Tukar Tambah di PRJ

Booth merek motor listrik NIU di Jakarta Fair 2022KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Booth merek motor listrik NIU di Jakarta Fair 2022

Meski begitu, penyaluran kredit ke kendaraan listrik masih sangat sedikit. Padahal, perseroan sudah melakukannya sejak beberapa tahun lalu untuk roda dua dan mobil.

Perseroan mencatat, sampai dengan Mei 2022 jumlah pembiayaan produk ramah lingkungan baru senilai Rp 800 jutaan alias hanya satu persen dari total pembiayaan di sektor otomotif.

"Sejak tahun lalu kita sudah mendanai lima brand motor listrik dan juga beberapa mobil. Tapi kita harus akui saat ini masih belum terlalu banyak karena secara penjualan dari ATPM pun demikian," kata Harry.

"Presentase penyaluran kredit di kendaraan listrik sejauh ini masih satu persen, sekitar Rp 800 juta. Tetapi dibanding tahun sebelumnya, naik 100 persen atau dari Rp 400 jutaan," tambah dia.

Hal tersebut bukan suatu yang aneh, mengingat tingkat penjualan ritel pada kendaraan listrik di Indonesia masih sangat kecil. Sehingga tingkat penyalurannya sangat sedikit.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Cuci Mobil Hidrolik Bisa Merusak Kaki-kaki?

Fitur Vehicle-2-Load (V2L) pada mobil listrik Hyundai Ioniq 5Dok. HMID Fitur Vehicle-2-Load (V2L) pada mobil listrik Hyundai Ioniq 5

"Kalau yang kita lihat untuk pemakaian, customer kendaraan listrik itu masih di fleet, belum sampai ke ritel. Sementara pembeli fleet rata-rata cash," kata Harry.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya akan terus mempelajari dan mengembangkan skema pemberian kredit untuk kendaraan listrik agar lebih menarik.

Sembari, menanti pergerakkan atau pertumbuhan pasar terhadap pasar baru tersebut.

"Kita akan support semua kebijakan pemerintah, khususnya pada bidang kendaraan listrik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah memberikan mandat agar perusahaan pembiayaan terus mendukung program itu," ucap dia lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.