Dua Bus Adu Kambing, Ini Bahayanya Menyalip di Marka Garis Tidak Putus

Kompas.com - 21/06/2022, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua bus yakni PMH dan PMS terlibat adu kambing di Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, Senin (20/6/2022), pukul 03.00 WIB.

Dikutip dari Kompas Regional, ada enam korban jiwa dari kecelakaan tersebut. Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Rusbeny menjelaskan, kejadian bermula saat bus PMS datang dari arah Medan menuju Kerinci, Jambi. Sementara, bus PMH datang dari arah Riau menuju Kota Medan.

Diduga kuat bus PMS masuk ke jalur yang dilewati bus PMH. Akibatnya, adu kambing pun tidak bisa dihindari sampai bagian depan kedua bus ringsek parah.

Baca juga: Kenapa Mesin Diesel Selalu Jadi Andalan Truk dan Bus?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kabar Negri (@kabarnegri)

 

Jika diperhatikan pada video yang beredar di media sosial, terlihat jalanan yang dilewati adalah dua jalur denga marka jalan garis tidak putus. Tentu adanya marka tersebut artinya kendaraan tidak boleh melewatinya atau menyalip kendaraan lain.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, marka jalan dibuat untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan.

"Marka jalan tidak putus menandakan tidak boleh mendahului meskipun ada ruang, karena pertimbangan risiko bahaya, seperti di tikungan, jembatan, atau lokasi yang ramai," kata Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lihat Betapa Bahayanya Jalan Tol di Indonesia


Sony menjelaskan, jika memaksakan menyalip kendaraan di marka garis tidak putus, besar kemungkinan untuk terjadi kecelakaan. Hal ini disebabkan blind spot ke arah depan yang besar, rawan terjadi adu banteng.

"Kita dan pengemudi lain dari arah berlawanan sama-sama memiliki pandangan terbatas dan tidak melihat kendaraan lawan arah, sehingga bisa adu banteng," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.