Kompas.com - 17/06/2022, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pengendara sepeda motor matik yang mengalami kecelakaan saat berkendara di jalan menurun. Mayoritas disebabkan oleh rem yang blong.

Kondisi tersebut terjadi karena rem harus menahan laju motor dan beban pengendara sendiri, tanpa ada engine brake. Padahal, motor matik juga bisa menggunakan engine brake.

Baca juga: Waspada, Mayoritas Motor Matik Alami Kecelakaan di Turunan Curam

Dengan engine brake, laju motor dapat dikurangi dengan cukup signifikan. Sehingga, beban kerja pada rem dapat dikurangi.

Video pengendara skutik alami rem blonginstagram.com/achmad_subechi Video pengendara skutik alami rem blong

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Main Dealer Motor Honda Jakarta-Tangerang Agus Sani mengatakan, meski tidak punya gigi transmisi, skutik tetap punya engine brake.

"Motor matik masih mempunyai engine brake, bisa dilihat dari konstruksi pada driven pulley (kopling yang di area belakang) saat kecepatan berkurang bagian drive dan driven terjadi gaya inersia buka tutup, sehingga membuat putaran mesin menjadi tertahan," kata Agus, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bisakah Motor Matik Melakukan Engine Brake?

Cara menggunakan engine brake pada motor matik adalah dengan mengendurkan throttle gas, tetapi tidak menutup gas sepenuhnya.

Rem cakram Honda All New CB150R StreetFireKompas.com/Donny Rem cakram Honda All New CB150R StreetFire

Dengan tidak menutup gas penuh, kopling akan tersambung. Sehingga, kecepatan roda belakang yang lebih tinggi bisa ditahan oleh putaran mesin yang rendah.

"Engine brake (pada skutik) terjadi ketika pengendara tidak melakukan akselerasi, dan dengan cara masih sedikit menarik gas (jangan sampai gas tertutup penuh)," ujar Agus.

Pada dasarnya engine brake alias pengereman mesin bisa dilakukan dalam kondisi jalan apa pun, kecuali pada saat jalan menanjak. Sebab, kebiasaan pengendara skutik menutup penuh gas membuat kerja engine brake tidak berfungsi.

Tangkapan layar peristiwa pengendara skutik mengalami rem blong di turunan Mojokerto.INSTAGRAM-Roda2blog Tangkapan layar peristiwa pengendara skutik mengalami rem blong di turunan Mojokerto.

Apalagi, ketika mulai menyadari rem blong, banyak yang panik dan kehilangan konsentras. Sehingga, mengurangi akal sehat untuk berbuat yang seharusnya.

Dengan memanfaatkan engine brake, maka bisa menghindari terjadinya panas secara berlebihan pada rem. Sebab, jika rem terlalu sering digunakan, dapat menyebabkan panas berlebih. Aibatnya, rem menjadi tidak berfungsi.

Kejadian ini sering terjadi saat pengendara motor matik melintasi di kawasan perbukitan dan terlalu sering menggunakan rem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.