Bukan Cuma Teknik, Sopir Bus Harus Mengemudi dengan Perilaku Baik

Kompas.com - 15/06/2022, 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus bus kecelakaan di jalan raya belakangan ini memang sering terjadi. Penyebabnya pun beragam, mulai kesalahan teknis sampai pengemudinya yang lalai.

Bisa dibilang, pengemudi bus di Indonesia itu terampil atau skillful, namun masih saja bisa celaka. Sebenarnya dari hal tersebut, apa yang bisa diperbaiki?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, selain faktor teknis, ada pula faktor non teknis yang dibutuhkan pengemudi untuk menghindari kecelakaan.

Baca juga: Mengenal Posisi Kandang Macan untuk Sopir Bus AKAP

Kondisi bus Pariwisata menabrak rumah warga di Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022). Sebanyak empat orang tewas dan 24 orang luka-luka dalam kejadian tersebut. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Kondisi bus Pariwisata menabrak rumah warga di Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022). Sebanyak empat orang tewas dan 24 orang luka-luka dalam kejadian tersebut.

Menurutnya, rata-rata pengemudi kendaraan besar yang SIM-nya advance (B1 atau B2) itu mengemudi mengandalkan hard skill, jarang yang mengemudi dengan perilaku benar.

"Sehingga saat dihadapkan pada kondisi emergency, yang dilakukan hanya dua hal, yaitu ngerem atau menghindar. Perkara selamat itu nanti,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Hard skill atau kemampuan menyetir bagi pengemudi kendaraan niaga memang penting. Tapi mengemudi tanpa mementingkan soft skill juga bisa membahayakan.

Baca juga: Jangan Pindahkan Tuas Transmisi ke D Saat Putaran Mesin Masih Tinggi


Hard skill itu mengemudi dengan mengandalkan operasional, sifatnya reaktif, berisiko tinggi kecelakaan,” kata dia.

Sementara, soft skill itu mengemudi dengan perilaku yang baik, sifatnya proaktif. Misalnya seperti jaga jarak, jaga kecepatan, berpikir rasional, dan sebagainya.

Sayangnya di jalan raya masih sering ditemui pengemudi bus yang kebut-kebutan. Tidak jarang juga terlihat bus yang menyalip dari bahu jalan tol dengan kecepatan tinggi sampai tidak jaga jarak aman, sangat berbahaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.