Risiko Bahaya Pakai Kampas Rem Imitasi pada Mobil

Kompas.com - 06/06/2022, 12:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem rem merupakan bagian vital pada sebuah kendaraan. Pasalnya, tanpa sistem rem yang baik dapat dipastikan kendaraan tidak berani melaju kencang. Jelas, apa mau cari mati?

Dalam lingkungan yang dituntut serba cepat ini, sudah menjadi kebutuhan bahwa kendaraan pun bisa berlari kencang dan aman. Maka dari itu, sebaiknya Anda senantiasa menjaga performa rem mobil biar tidak tertinggal.

Berhubung kampas rem merupakan komponen yang bisa habis seiring dengan durasi pemakaian, maka part ini menjadi sering sekali disarankan ganti oleh pihak bengkel. Hal itu wajar, sebab memang pada dasarnya kampas rem akan selalu bergesekan dengan rotor disc ketika sedang dioperasikan.

Baca juga: Agar Kampas Rem Mobil Tak Cepat Aus, Ubah Cara Mengemudi

Sehingga, banyak pengendara tergiur dengan kampas rem imitasi yang harganya juah lebih murah. Secara fungsi juga bekerja dengan baik jika diterapkan pada mobil, sehingga part KW sering dijadikan alternatif.

Anatomi mobil balap Formula EDok. Fiaformulae.com Anatomi mobil balap Formula E

Hanya saja hal itu tidak disarankan. Kenapa?

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menegaskan, bahwa ada risiko dalam penggunaan komponen imitasi untuk diaplikasikan pada sistem rem.

“Ini karena versi imitasi material dasarnya berbeda dengan yang versi asli, bisa menyebabkna rem kurang pakem atau bahkan bisa merusak piringan disc-nya,” ujar Didi kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Kampas Rem Mobil Matik Lebih Cepat Aus, Mitos atau Fakta?

Dia menjelaskan part asli sudah melalui uji coba sehingga komponen yang dibuat sudah pasti presisi dan terbuat dari bahan yang tepat.

Sebuah mobil Toyota Avanza bernomor F 1562 UZ menabrak separator jalur Transjakarta atau bus way di Jalan S Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, atau di dekat Slipi Jaya pada Kamis (12/5/2022).Instagram @tmcpoldametro Sebuah mobil Toyota Avanza bernomor F 1562 UZ menabrak separator jalur Transjakarta atau bus way di Jalan S Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, atau di dekat Slipi Jaya pada Kamis (12/5/2022).

Pada dasarnya, perbedaan material tersebut bisa menyebabkan piringan tergores atau kalah seiring pemakaian. Bahkan bisa berpengaruh pada daya cengkram kampas rem saat melakukan pengereman yang mengakibatkan rem kurang pakem. 

Sehingga, part imitasi tidak pernah disarankan karena menyangkut keselamatan pengguna kendaraan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.