Marc Marquez Berat Kalahkan Gelar Rossi

Kompas.com - 31/05/2022, 15:41 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Jorge Lorenzo mengomentari situasi mantan rekan setimnya Marc Marquez. X-Fuera mengatakan, saat ini sulit melihat Marquez untuk tampil seperti pada musim 2019.

Lorenzo menilai sebelum Marc mengalami kecelakaan di Jerez 2020 yang membuatnya mesti absen selama semusim, banyak pihak termasuk dirinya yakin Marc bakal menyamai rekor Valentino Rossi.

Baca juga: Belajar Mengemudi Mobil Tidak Boleh Asal, Ini Aturannya

Rossi yang pensiun usai musim 2021 mengoleksi sembilan gelar juara dunia, tujuh di antaranya dari kelas MotoGP. Adapun Marc sampai 2019, mengoleksi delapan gelar, enam di antaranya dari kelas premier.

Valentino Rossi saat seremoni mempesiunkan nomor start 46. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP)FILIPPO MONTEFORTE Valentino Rossi saat seremoni mempesiunkan nomor start 46. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP)

“Dia mengalami periode terburuk dalam karirnya, tanpa diragukan lagi, dan Honda juga. Sebelum memulai kejuaraan 2020 mereka menandatangani kontrak empat tahun untuk mencoba memecahkan rekor dan mengalahkan Valentino Rossi sebagai gelar, yang saya yakin akan terjadi tanpa kecelakaan di Jerez,” kata Lorenzo mengutip Tuttomotoriweb.it, Selasa (31/5/2022).

Kini Marc memutuskan untuk mundur dari persaingan musim 2022. Dia akan menjalani operasi keempat tulang lengan atas. Jika tidak berhasil hal ini bisa membuatnya berat untuk mengejar gelar Rossi.

Baca juga: Catat, Ini Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Cedera membuatnya sulit mengungguli gelar Rossi dan terjebak di perolehan delapan gelar. Tapi Lorenzo yakin jika Marc bisa kembali ke kondisi fisik semula maka dia bisa memenangkan juara dunia lagi.

Juara Dunia lima kali Jorge Lorenzo resmi dinobatkan sebagai Legenda MotoGP. Foto: MotoGP.com Juara Dunia lima kali Jorge Lorenzo resmi dinobatkan sebagai Legenda MotoGP.

Lorenzo memuji Marc sebagai pebalap dengan talenta yang hebat yang tidak perlu dipertanyakan. Tapi dia harus bugar secara fisik untuk bisa tampil ke kondisi semula.

"Sayang sekali setelah kecelakaan itu ada beberapa ketergesaan dan ini menciptakan masalah yang berlanjut (berlarut-larut)," katanya.

"Saya yakin dia mencoba sampai akhir, tetapi dia sampai pada situasi di mana dia tidak lagi menikmati dirinya sendiri. Untuk mengendarai motor ini Anda harus 100 persen, dan dia tidak tahan lagi,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.