Kompas.com - 24/05/2022, 11:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan bus saat ini masih jadi masalah yang ada di jalan. Salah satu faktornya karena pengemudi yang kelelahan.

Contoh seperti kecelakaan maut yang belum lama ini terjadi di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Insiden tersebut terjadi lantaran pengemudi diduga kelelahan hingga tertidur pulas selama 2 menit.

Terkait kejadian tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti masalah jam kerja sopir yang berdampak pada kecelakaan maut di jalan Tol Sumo.

Menurut Ketua Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT Ahmad Wildan, jam kerja sopir sudah melebihi batas kewajaran sehingga sopir mengalami kelelahan.

Baca juga: Usut Tuntas Kecelakaan Bus, Jangan Hanya Kambing Hitamkan Sopir


“Rentang waktu kerja yang diambang batas bahkan di luar kemampuan manusia itulah memicu kelelahan akut, sehingga menurunkan performa dari kedua awak kendaraan, baik pengemudi maupun pembantu pengemudi,” ucap Wildan dikutip Kompas.com, Senin (23/5/2022).

Sebagai informasi, jam kerja pengemudi kendaraan motor umum seperti bus atau truk, diatur dalam Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 90, yang berisi:

1. Setiap Perusahaan Angkutan Umum wajib mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, dan pergantian Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Waktu kerja bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 8 (delapan) jam sehari.

3. Pengemudi Kendaraan Bermotor Umm setelah mengemudikan Kendaraan selama 4 (empat) jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat setengah jam.

4. Dalam hal tertentu Pengemudi dapat dipekerjakan paling lama 12 (dua belas) jam sehari termasuk waktu istirahat selama 1 (satu) jam.

Baca juga: Pentingnya Buka Kaca Mobil Saat Melewati Perlintasan Kereta Api

Polisi melakukan pemeriksaan di lokasi kecelakan bus pariwisata dengan truk di Tol Dupak - Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2022). Kecelakaan antara bus pariwisata bernopol D 7610 AT yang memuat rombongan peziarah dengan truk 'Colt Diesel' nomor polisi W 9948 Z itu diduga disebabkan salah satu penumpang bus merebut kendali kemudi dari sopir bus dan menabrak truk 'Colt Diesel' dari arah berlawanan. Dalam kecelakaan itu sopir truk dan kernetnya meninggal dunia di lokasi kecelakaan.Antara Foto/Didik Suhartono Polisi melakukan pemeriksaan di lokasi kecelakan bus pariwisata dengan truk di Tol Dupak - Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2022). Kecelakaan antara bus pariwisata bernopol D 7610 AT yang memuat rombongan peziarah dengan truk 'Colt Diesel' nomor polisi W 9948 Z itu diduga disebabkan salah satu penumpang bus merebut kendali kemudi dari sopir bus dan menabrak truk 'Colt Diesel' dari arah berlawanan. Dalam kecelakaan itu sopir truk dan kernetnya meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

Jadi, sudah sepatutnya perusahaan angkutan umum maupun pengemudi mematuhi aturan yang ada untuk menghindari kecelakaan yang bisa membahayakan diri sendiri, penumpang dan pengguna jalan lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.