Kesiapan Toyota Indonesia Produksi Mobil Hybrid di Pabrik Karawang

Kompas.com - 20/05/2022, 12:02 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akhir-akhir ini menyatakan siap untuk memproduksi mobil hybrid di pabrik Karawang, Jawa Barat.

Langkah memproduksi mobil hybrid ini sebagai tekad Toyota Indonesia untuk mengurangi emisi di masa depan dengan cara multi pathway. Artinya, tidak cuma mengandalkan mobil listrik saja, tapi menyediakan lini produk lengkap kendaraan elektrifikasi.

Misalnya mulai mobil Internal Combustion Engine (ICE) yang irit bahan bakar,Flexi Engine, Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV) dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang menggunakan Hidrogen.

Baca juga: Honda Sudah Jual Motor Hybrid sejak 2018 Menyasar Kelas Atas

Peluncuran fasilitas pembelajaran elektrifikasi di Indonesia, xEV Center milik TMMINDOK. TMMIN Peluncuran fasilitas pembelajaran elektrifikasi di Indonesia, xEV Center milik TMMIN

Kembali membahas mobil hybrid, seberapa siap pabrik Toyota di Karawang untuk melakukan produksi?

Bob Azam, Direktur Corporate Affairs PT TMMIN mengatakan, line hybrid di pabrik TMMIN sudah dipersiapkan. Nantinya lajur tersebut ditujukan sebagai tempat mobil hybrid dirakit.

"Insyaallah, mudah-mudahan siap produksi mobil hybrid tahun ini. Seberapa siap, yang paling penting itu menyiapkan orang atau SDMnya," ucap Bob di Karawang, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Ini Kendaraan yang Dapat Pelat Nomor Putih Duluan

Bob menjelaskan, untuk memproduksi mobil hybrid, Toyota juga menyiapkan engineer khusus. Begitu juga di pabrik, teknisinya sudah berlatih sesuai dengan line hybrid yang sudah dibuat.

"Terus juga technician-nya untuk di after market atau aftersales. Sekarang ngeluarin produk terus technician-nya enggak ada kan, persiapannya banyak, Itu yang paling penting," ucapnya.

Lalu kapan mobil hybrid akan mulai diproduksi di pabrik Toyota, Bob menjelaskan kalau ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Paling penting menurutnya adalah kesiapan suply chain atau rantai pasokan.

"Kita masih lihat situasi, suply chain menentukan. Baru kita keluarkan terus barangnya macet kan malu. Soalnya makin electrified, komponen semikonduktor makin banyak, jadi sekarang perosalannya adalah mengamankan suply chain-nya," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.