Kompas.com - 09/05/2022, 19:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com— Saat mengendarai mobil, terutama saat perjalanan jarak jauh rentan dilanda rasa kantuk. Pengemudi yang mengantuk akan berbahaya jika berkendara.

Pada saat mengantuk, pengemudi akan kehilangan konsentrasi sehingga berpotensi kecelakaan. Namun, karena perjalanan masih jauh atau dikejar oleh waktu, banyak pengemudi mobil yang memaksakan diri.

Agar tetap terjaga, mengkonsumsi segelas kopi atau bahkan lebih menjadi pilihan. Kafein yang terkandung di dalam kopi dipercaya dapat mengusir rasa kantuk saat berkendara.

Baca juga: Evaluasi Mudik 2022, Berjalan Baik tapi Diakui Belum Maksimal

Akan tetapi, Pakar kesehatan tidur Dr. Andreas Prasadja, RPSGT mengatakan jika kopi tidak ampuh untuk hilangkan rasa kantuk saat mengendarai mobil.

“Kafein itu aksesoris aja. Yang utama itu bukan minum kopi tapi istirahat dan tidur,” kata Andreas saat dihubungi oleh Kompas.com.

Sudah sejak lama kafein dipercaya menolong seseorang untuk menghilangkan kantuk. Namun, cara ini tidak efektif dilakukan bagi seseorang yang melakukan perjalan dengan mengendarai mobil.

Ilustrasi mengantuk sambil berkendara.shutterstock Ilustrasi mengantuk sambil berkendara.

Usai minum kopi dan melanjutkan aktivitas menyetir memang akan membuat mata melek. Namun, otak yang lelah tidak terbantu meski telah mengusir kantuk. Akibatnya, konsentrasi saat menyetir menjadi buruk sehingga berkendara tidak hati-hati.

Reflek saat menyetir pengemudi tetap buruk. Jadi idealnya berhenti dan tidur. Boleh ngopi, namun harus meluangkan waktu berhenti untuk tidur.

“Misalnya tidur 20 sampai 30 menit. Usai bangun tidur, manfaat tidur akan didapatkan semua. Tubuh akan kembali segar dan kembali konsentrasi. Motorik otak mulai bekerja kembali,” kata Andreas.

Baca juga: Cara Mengatasi Rem Blong pada Sepeda Motor

Menurut maka pakar kesehatan tidur tersebut, tidak ada satu satu hal pun yang bisa mengganti efek restoratif tidur. Minuman penambah energi sekalipun tidak menolong.

Maka dari itu, saat pengemudi sudah merakan kantuk baiknya segera menepi dan mencari tempat aman untuk tidur. Jika dibiarkan akan memicu gejala mikro sleep yang berbahaya.

“Namun mengantuk saja sudah bahaya. Kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, respon, prosesing otak dan stabilitas emotional tuh semua turun drastis saat mengantuk. Obat ampuh untuk menaikan itu semua hanya tidur,” kata Andreas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.