Kompas.com - 04/05/2022, 16:21 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan di beberapa ruas jalan selama Mudik Lebaran 2022 tak terhindarkan walau sudah dipersiapkan pola pengaturan lalu lintas dengan berbagai skema.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, pola yang diterapkan baik One Way, contra flow maupun Ganjil-Genap perlu evaluasi untuk perbaikan antisipasi untuk arus balik.

Pertama, kata Budiyanto, kemacetan terjadi di Jalan tol Jakarta-Cikampek sampai Km 41 pada 28 April 2022 disebabkan oleh pertemuan arus lalu lintas Jalan Tol Layang dengan arus yang berada di bawah.

Baca juga: Hindari Kepadatan Lalu Lintas, Pemudik Diimbau Kembali Lebih Awal

Jalur jalan di wilayah Sumedang kota dipadati kendaraan. Tampak kepadatan arus kendaraan dari berbagai penjuru di Bundaran Binokasih, Sumedang, Selasa (3/5/2022) malam. AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Jalur jalan di wilayah Sumedang kota dipadati kendaraan. Tampak kepadatan arus kendaraan dari berbagai penjuru di Bundaran Binokasih, Sumedang, Selasa (3/5/2022) malam. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Kedua, kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Merak mendekati pelabuhan pada 29 April 2022 dini hari, disebabkan volume kendaraan yang tinggi tidak dimbangi armada pengangkut laut yang memadai.

Ketiga, kemacetan yang terjadi di Tol Cipularang dari arah Bandung ke arah barat Cikampek-Jakarta dan seterusnya yang disebabkan oleh banyak orang dampak diberlakukan satu arah one way.

One way dari arah Jakarta tol Japek dari Km 47 sampai dengan Km 414 Kalikangkung sehingga terjadi antrian yang panjang dan mengular selama kurang lebih 7 jam sampai blokade jalan.

Baca juga: Jokowi Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik 6-8 Mei 2022

Suasana arus lalu lintas di jalan Tol Manado-Bitung, tepatnya di Gerbang Tol Manado, terpantau lancar dan landai, Minggu (1/5/2022).KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Suasana arus lalu lintas di jalan Tol Manado-Bitung, tepatnya di Gerbang Tol Manado, terpantau lancar dan landai, Minggu (1/5/2022).

"Mengapa kemacetan masih terjadi pada ruas penggal jalan tersebut saya kira menjadi catatan evaluasi yang penting untuk perbaikan antisipasi pengaturan lalu lintas ke depan," kata Budiyanto dalam keterangan resmi, Rabu (4/5/2022).

Budiyanto mengatakan, pelaksanaan one way dengan durasi waktu dan ruas jalan yang panjang akan berdampak kepada kemacetan dari arah yang berlawanan.

"Dari aspek lalu lintas (hal itu) menimbulkan kejenuhan dari aspek psikologis dan dapat memunculkan sifat emosi seseorang. Fakta sampai timbul ekses pemblokiran jalan," katanya.

Baca juga: Suzuki Mau Cabut dari MotoGP, Ini Kata Dorna

Pengendara motor melintas di Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/4/2022). Pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 1443 H,  jembatan yang menjadi penguhubung antara Pulau Jawa dan Pulau Madura tersebut mulai dipadati kendaraan terutama roda dua yang mudik menuju ke Pulau Madura.ANTARA FOTO/MOCH ASIM Pengendara motor melintas di Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/4/2022). Pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 1443 H, jembatan yang menjadi penguhubung antara Pulau Jawa dan Pulau Madura tersebut mulai dipadati kendaraan terutama roda dua yang mudik menuju ke Pulau Madura.

Kemudian, penyiapan armada laut yang tidak memadai berakibat pada antrian kendaraan yang panjang disekitar pelabuhan dan berkembang mengularnya kendaraan atau kemacetan.

"Adanya tol layang MBZ dan tol di bawahnya kurang diantisipasi dengan cara-cara yang tepat sehingga berdampak pada kemacetan," kata Budiyanto.

"Sebagai saran pemberlakuan one way harus lebih fleksibel dengan tetap memonitor perkembangan situasi lalin yang berlawanan sehingga mampu menerapkan pola pengaturan tepat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.