Michelin Terus Kembangkan Ban Balap Ramah Lingkungan untuk MotoE

Kompas.com - 30/04/2022, 15:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ajang balap motor listrik MotoE menjadi bukti bahwa motor ramah lingkungan juga bisa adu cepat. Selain itu, ajang ini juga menjadi tempat uji coba untuk mengembangkan solusi energi yang berkelanjutan.

Sekarang ini, Energica Motors menjadi pemasok tunggal sepeda motor listrik untuk MotoE. Mulai musim depan, giliran Ducati yang akan menggantikannya.

Sementara Michelin, akan tetap menjadi pemasok tunggal ban untuk MotoE. Sebelum musim MotoE 2021, Michelin menyebutkan bahwa ban yang digunakan sudah terdiri dari bahan yang terbarukan.

Baca juga: Michelin Siapkan Ban Khusus buat Balapan di Sirkuit Mandalika

Ban depan terdiri dari 33 persen bahan terbarukan dan ban belakang terdiri dari 40 persen bahan terbarukan. Meski demikian, Michelin masih belum puas dan terus melakukan peningkatan dan pengembangan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Michelin Motorsport (@michelinmotorsport)

Dikutip dari Michelin.com, Sabtu (30/4/2022), Michelin berhasil membuat ban belakangnya dengan 46 persen bahan terbarukan. Sementara ban depan, masih memiliki komposisi 33 persen.

“Meskipun ambisius, tujuan ini tetap tidak kalah realistis untuk Michelin. Ban MotoE adalah ilustrasi baru untuk ini,” kata Direktur Komunikasi Teknis dan Ilmiah Michelin Cyrille Roget.

Roget menambahkan, khususnya dalam mengintegrasikan lebih banyak karet alam dan karbon hitam daur ulang di ban, Michelin dapat membuat kemajuan.

Baca juga: Michelin Sedang Kembangkan Ban Belakang Baru untuk MotoGP

Selain itu, Michelin juga mengintegrasikan material lain, seperti kulit jeruk, resin pohon pinus, minyak bunga matahari, dan baja bekas ke dalam ban balapnya.

Prototype V21L, motor balap elektrik buatan Ducati untuk MotoEDok. Ducati Prototype V21L, motor balap elektrik buatan Ducati untuk MotoE

Dengan kombinasi ban depan 33 persen dan ban belakang 46 persen, Michelin dapat mencapai tujuannya dalam memproduksi set ban dari 40 persen bahan berkelanjutan.

Roget mengatakan, dengan ban MotoE, Michelin membuktikan sudah mampu melakukan apa yang dikatakan. Dengan target yang sudah tercapai, Michelin pun meningkatkan lagi targetnya.

Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Marco Bertorello / AFP)MARCO BERTORELLO Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Marco Bertorello / AFP)

"Ini yang membuat kami menonjol dan memberikan kami alasan bagus lainnya untuk mempercayai bahwa kami akan melalui tantangan ban 100 persen bahan berkelanjutan pada 2050," kata Roget.

Meski dengan bahan yang berkelanjutan, tapi performa ban balap Michelin untuk MotoE saat ini bisa dipacu hingga 250 km/jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.