Kompas.com - 02/04/2022, 10:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengungkapkan bila pengembangan atas Kijang Innova EV Concept Car membutuhkan waktu sekitar dua tahun dengan melibatkan 100 pekerja dalam negeri.

Memang, produk tersebut belum sepenuhnya sempurna. Namun memiliki tujuan besar untuk mengeskalasi kemampuan engineer Indonesia serta mengembangkan kapabilitas SDM nasional di bidang elektrifikasi.

"Mobil menggunakan basis Innova Reborn tipe Venturer. Development-nya itu mungkin sekitar dua tahun," kata Direktur Corporate Affairs PT TMMIN Bob Azam, Jumat (1/4/2022).

Baca juga: Alasan Kenapa Kijang Innova EV Cuma Dipamerkan 1 Hari di IIMS 2022

Toyota Kijang Innova BEV Konsep Study di booth pameran Hall D, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2022).KOMPAS.com/AGK Toyota Kijang Innova BEV Konsep Study di booth pameran Hall D, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2022).

"Kemarin diujikan di Technical Center Thailand karena yang membuat dan menguji itu harus beda. Concept car ini akan terus digunakan studi," ujar dia lagi.

Menariknya, seluruh pengembangan Innova EV Concept Car sepenuhnya melibatkan anak bangsa sebanyak 100 orang dari total sekitar 300 orang dalam divisi riset dan pengembangan (RnD) TMMIN.

"Ini juga cukup surprising bagi kita karena dipercayai oleh prinsipal meski bukan pertama kali. Saat Kijang dibuat di sini dan disesuaikan kebutuhan Indonesia pada 1970-an juga pertama kalinya," ucap Bob.

Baca juga: Kapan Kijang Innova EV Mulai Diproduksi di Indonesia?

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan BOD Toyota Indonesia bersama Innova EVdok Toyota Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan BOD Toyota Indonesia bersama Innova EV

Dengan memunculkan varian baterai tersebut, kata Bob lagi, diharapkan industri otomotif tidak terganggu karena hanya memasukkan baterainya saja ke model eksisting, bukan impor yang kemudian dilokalisasikan.

Di samping itu, diharapkan pula kendaraan Innova EV Concept Car bisa berkomunikasi pada pasar Indonesia. Dengan begitu, kebutuhan serta harapan pasar terhadap mobil listrik bisa dikabulkan ketika diproduksi massal.

"Kalau menggunakan skema itu (impor), mungkin butuh waktu yang lebih lama," ucap Bob.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.