Rawan Celaka, Pengendara Motor Jangan Berteduh di Sembarang Tempat

Kompas.com - 28/03/2022, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat keadaan hujan, pengendara motor umumnya berteduh di tempat-tempat yang mudah ditemukan seperti bahu jalan, kolong jembatan penyeberangan ataupun halte bus.

Pemandangan ini kerap terlihat dan sudah menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan. Regulasi yang melarang pengendara motor yang berteduh di tempat yang tidak semestinya, tidak ampuh untuk membasmi kebiasaan ini.

Padahal, kebiasaan ini bisa menjadi salah satu potensi terjadinya kecelakaan fatal, seperti yang terjadi di Jakarta Timur, Sabtu (26/3/2022) siang. Seorang pengemudi mobil kaget melihat pengendara motor yang berteduh hingga menabrak trotoar dan tiang lampu.

Baca juga: Waspada Hujan Es, Biker Harus Berteduh atau Boleh Jalan Terus?

Dikutip dari Kompas Megapolitan, kecelakaan tersebut akhirnya menyebabkan kerusakan fasilitas umum.

Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, berteduh di tempat-tempat yang merupakan jalur umum sama dengan bunuh diri. Karena, potensi celaka yang ada sangatlah besar.

"Berteduh di terowongan, jembatan, dan tempat lain yang jalur umum itu sama saja bunuh diri. Ibarat kita berdiri di bahu jalan atau di tengah jalan, kemungkinan terjadi kecelakaan sangat besar," jelas Jusri.

Ilustrasi pengendara motor berteduh di sisi jalan yang tidak terkena sinar matahariLatifa Alfira Ulya Ilustrasi pengendara motor berteduh di sisi jalan yang tidak terkena sinar matahari

Potensi celaka tersebut bisa saja disebabkan oleh ketidaksigapan pemilik kendaraan bermotor lain yang sedang berkendara melewati area tersebut.

"Jadi selain membahayakan dirinya sendiri, berteduh juga merugikan pengguna jalan lain, bahkan efek buruknya bisa panjang," ucap Jusri.

Baca juga: Tilang Elektronik di Jalan Tol Berlaku Mulai 1 April 2022, Cek Lokasinya

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang serupa, perlu ada tindakan yang tegas dari pihak berwenang agar pengendara motor bisa ditertibkan, sehingga potensi kecelakaan bisa ditekan.

"Jangan tunggu sampai kejadian baru bertindak, ibarat memadamkan api yang sudah merambat, jadi sudah terlambat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.