Remaja Nekat Adang Truk di Jalan, Apa yang Harus Dilakukan Sopir?

Kompas.com - 17/03/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Video aksi remaja adang truk yang melintas di Bekasi, viral di media sosial.

Salah satu akun Instagram yang mengunggah kejadian tersebut bernama @memomedsos, pada Rabu (16/3/2022).

Dalam tayangan itu, terlihat remaja-remaja tersebut nekat menghalangi kendaraan yang tengah melaju kencang. Beberapa remaja tersebut nampak berdiri di tengah badan jalan raya.

Bukannya menghindar saat kendaraan datang, sejumlah remaja tersebut justru menantang kendaraan-kendaraan yang lewat tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Bantargebang Iptu Agus Susetyo mengatakan, para remaja itu melakukan aksi pengadangan truk karena hendak menumpang truk untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

Baca juga: Bahaya, Jangan Baca Maps sambil Naik Motor

“Dia (remaja-remaja) numpang truk, mau pulang,” ucap Agus dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/3/2022).

Aksi nekat remaja seperti ini tentu meresahkan, bahkan tidak jarang yang berujung fatal.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, untuk mengantisipasi kecelakaan, pengemudi harus menerapkan cara berkendara defensive. Misalnya dengan melihat objek-objek dari jauh yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by memomedsos (@memomedsos)

“Anak-anak dalam hal ini bisa dibilang sebagai objek yang berbahaya di jalanan. Mereka bisa tiba-tiba lari ke tengah jalan, jadi pengemudi harus jaga kecepatan, sehingga bisa menghindari jika ada yang mengadang,” ucap Sony.

Sony melanjutkan, menjaga kecepatan dilakukan untuk memastikan pengemudi mampu melakukan antisipasi dengan cara menghindar.

Selanjutnya adalah pengemudi harus bisa menjaga emosi ketika melihat gerombolan anak yang berulah di jalanan. Jangan sampai marah atau melawan mereka dengan melakukan provokasi.

Baca juga: Kona Electric, Mobil Listrik Hyundai yang Mejeng di JAW 2022

“Beri mereka ruang untuk berulah, asal tidak melakukan perusakan,” katanya.

Untuk menghindari juga sebisa mungkin jangan rem mendadak. Rem mendadak punya risiko besar, misalnya tabrak belakang.

“Jadi, pengemudi bisa berpikir jauh tentang keselamatan untuk semua,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.