Tiga Usulan Karoseri Menjelang Penerapan Euro4

Kompas.com - 15/03/2022, 20:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Penerapan standar emisi Euro4 untuk kendaraan diesel di Indonesia memang akan segera berlaku. Regulasi ini pun akan diterapkan per 7 April 2022 yang sebenarnya sudah diundur satu tahun karena pandemi Covid-19.

Menjelang penerapan standar Euro4, bukan cuma Agen Pemegang Merek (APM) yang mempersiapkan lini produk baru, melainkan juga karoseri. Karoseri di Indonesia bertugas sebagai pembuatan aplikasi di belakang truk maupun bodi bus.

Untuk membuat aplikasi atau bodi bus, karoseri harus memiliki Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) baru mengikuti lini produk dari APM yang sudah memenuhi standar Euro4. Namun kendalanya, dalam membuat SKRB, ada biaya yang cukup besar harus dikeluarkan.

Baca juga: Tantangan Karoseri Menjelang Penerapan Euro4 untuk Kendaraan Diesel

truk boxKompas.com/Fathan Radityasani truk box

T.Y. Subagio, Sekretaris Jenderal Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) mengatakan, untuk membuat SKRB aplikasi truk, karoseri harus membayar PNBP Rp 35 juta, sedangkan bus Rp 40 juta. Tentu saja satu karoseri tidak hanya membuat satu SKRB, melainkan banyak model yang harus tersedia.

“Kalau karoseri harus membuat 100 SKRB, luar biasa beban yang harus ditanggung,” ucap Subagio dikutip dari video Youtube Kompas Otomotif, Senin (14/3/2022).

Untuk mengurangi beban karoseri, Askarindo melakukan koordinasi dengan APM dan menyiapkan proposal. Proposal tersebut pun diajukan kepada Kementerian Perhubungan mengenai skema pengajuan SKRB.

Baca juga: Sirkuit Mandalika Punya Keunggulan yang Tak Dimiliki Lintasan Lain

“Usulan kami, kalau itu Sertifikat Uji Tipe (SUT) baru, artinya betul-betul baru, maka SKRB baru. Kemudian, kalau SUT baru, tapi SKRB-nya penyempurnaan atau revisi,” ucap Subagio.

Penyempurnaan SKRB di sini maksudnya adalah SUT baru dengan dimensinya yang sama namun spesifikasinya sedikit berbeda. Sehingga, tidak perlu dilakukan pengajuan SKRB baru, melainkan cukup revisi saja.

“Ketiga, revisi SKRB atau penyempurnaan. Di sini yang membedakan hanya engine saja, dari Euro2 jadi Euro4 tapi secara dimensi dan spesifikasi itu semua sama,” ucapnya.

Setelah melakukan koordinasi dengan APM dan Kementerian Perhubungan, Subagio mengatakan kalau ada titik terang. Beberapa hal diakomodasi oleh keputusan pemerintah, salah satunya tarif PNBP turun di 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.