Mana yang Punya Perawatan Lebih Mahal, Mobil Matik atau Manual?

Kompas.com - 10/03/2022, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak produsen otomotif yang kini menawarkan mobil dengan transmisi otomatis atau matik. Hal ini sejalan dengan banyaknya minat konsumen untuk memilih mobil dengan transmisi tersebut lantaran dianggap lebih mudah dalam hal pengoperasiannya.

Meski begitu, dari segi perawatan, banyak yang menganggap mobil bertransmisi matik lebih mahal dibandingkan mobil manual. Benarkah demikian?

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic mengatakan, perawatan mobil matik memang memiliki biaya yang sedikit lebih besar, terutama dalam hal penggantian oli. Namun, untuk perawatan yang lain mobil matik hampir tidak ada.

Baca juga: Pengemudi Pemula, Jangan Terlalu Acap Injak Pedal Rem Mobil Matik

“Kalau manual, ada perawatan berupa biaya ganti oli. Selain itu, mobil manual juga interval penggantian kampas koplingnya lebih pendek dari pada mobil matik yang bisa mencapai 5 atau bahkan 10 tahun,” ucap Hermas kepada Kompas.com belum lama ini.

Selama periode tersebut, menurut Hermas, mobil matik hanya perlu perawatan berupa ganti oli saja. Sedangkan pada mobil bertransmisi manual, selain pergantian oli, ditambah lagi dengan kampas kopling.

Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri pada mobil matik dapat menimbulkan missed feeling.Foto: Peugeot Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri pada mobil matik dapat menimbulkan missed feeling.

“Jangan lupa, faktor lain seperti benefit yang ditawarkan mobil matik. Mobil manual perlu injak kopling terus, sehingga lebih cepat pegal, sementara mobil matik tinggal injak pedal gas,” kata dia.

Selain itu, faktor psikologis juga perlu diperhitungkan. Pengemudi mobil manual, kata Hermas, lebih sering kelelahan atau stres. Berbeda dibanding orang yang bawa mobil matik.

“Tingkat stresnya mungkin berbeda jika menggunakan mobil manual dan matik. Tapi, mengonversi hal tersebut ke rupiah itu yang cukup sulit,” katanya.

Faktor-faktor tersebut yang jarang diperhitungkan secara materi. Berapa besar biaya yang dikeluarkan akibat penggunaan mobil manual atau sebaliknya.

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

Hermas mengatakan, sebagian besar orang hanya terpaku pada masalah pergantian oli saja, tanpa mempertimbangkan faktor lainnya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Banderol BBM Non Subsidi Bersiap Naik Lagi

Jika dilihat dari faktor tunggal, mobil matik penggantian olinya memang lebih boros. Tetapi, kalau lihat penggantian kampas koplingnya, matik lebih lama dibanding manual.

“Jadi sebaiknya dilihat dari tiga parameter. Selain pergantian oli dan kampas kopling, juga melihat efek psikologisnya,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.